oleh

Perda di Lahat, larangan hiburan Orgen Tunggal di jam malam, melanggar kena sangsi

monopolisumselnews| Lahat – Peraturan Daerah (Perda) tentang Hiburan Malam Dengan menggunakan Orgen Tunggal (OT) akan segera di berlakukan di Kabupaten Lahat.

Hal tersebut di katakan oleh Cik Ujang Sh selaku Bupati lahat. Dirinya mengungkapkan, hiburan dengan menggunakan Orgen Tunggal (OT) tidak di lakukan pada jam malam, melainkan hanya pukul 06.00 wib (Pagi) hingga pukul 18.00 Wib (Sore).

Menurut dia, hal tersebut sudah menjadi kesepakatan bersama, antara Masyarakat Banyak, Tokoh Masyarakat di kabupaten Lahat, Tokoh NU, MUI, serta jajaran pemerintah di Kabupaten Lahat.

“Ini untuk meminimalisir hal-hal yang tidak di inginkan. Dan sejauh ini sudah banyak korban yang di timbulkan oleh adanya acara Orgen Tunggal pada jam malam hari. Untuk perda tersebut berlaku diseluruh daerah di kabupaten Lahat tanpa terkecuali,” ungkap Cik Ujang saat dibincangi media ini, Sabtu (26/10/2019).

# Baca Juga :  Juarsah Instruksikan PUPR Muara Enim Segera Normalisasikan Persawahan Yang di Hantam Banjir Bandang

Dirinya juga mengatakan, Orgen Tunggal pada jam malam tidak hanya menganggu jam istirahat pada malam hari. Namun, peredaran Narkoba juga kerap terjadi, jika ada acara Orgen Tunggal pada jam malam.

“Kasihan Generasi Penerus Kalau terjerumus narkoba, efek nya Sangatla tidak baik Bagi Pemuda Pemudi di kabupaten lahat. Ini pun bukanla demi kepentingan Politik Bupati Dan Wakil Bupati Lahat, melainkan ini murni memang Kepentinggan Masyarakat banyak tuntutan masyarakat dan di dukung oleh TNI, Polri, Toko Agama, Toko Masyarakat, Ulama serta Nu,” ucapnya.

Selain itu, Cik Ujang juga memerintahkan 24 camat beserta seluruh Kepaĺa desa yang berada di wilayah Kabupaten Lahat untuk menerapkan larangan Orgen Tunggal (OT) buka di jam malam.

“Saya selaku Bupati Lahat sebenarnya juga memahami yang punya usaha Orgen Tunggal, tetapi masyarakat yang meminta Ini, dikarnakan banyaknya kejadian-kejadian yang tidak di inginkan. Tetapi Intinya ini untuk Kepentinggan kita bersama,” pungkasnya.

“Dan apabila ada yang melanggar atau mengabaikan Perda tersebut, tunggu saja Sangsinya,” tegas Bupati Lahat.

Laporan : Beben

Komentar

BACA JUGA