oleh

Buron beberapa bulan, pelaku penganiayaan di “PJ” masuk Sel

-KRIMINAL-810 views

monopolisumselnews| Prabumulih – Dua pelaku penganiayaan terhadap Angga Wijaya (20) warga Jalan Arimbi, Kelurahan Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, akhirnya dapat di ringkus oleh Team Opsnal Polsek Prabumulih Timur setelah sempat buron selama beberapa bulan.

Di ketahu, pelaku tersebut bernama Anton Suryadi (21) dan Efran (22) dan keduanya merupakan warga jalan Angkatan 45, Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih.

Menurut informasi yang di terima oleh media ini, kedua pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan besi dan batu yang terjadi di wilayah depan SD Negeri 25, tepatnya di belakang tribun taman Kota Prabujaya Prabumulih.

# Baca Juga :  Heboh!, Pengunjung Stand Tamkot Prabujaya di Warnai Aksi Penganiayaan

Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIk MH melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Alhadi Ajansyah SH mengungkapkan, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada bulan Juli 2019 yang lalu.

“Pelaku memang sempat kabur setelah melakukan penganiayaan terhadap korban. Pelaku Anton kabur ke daerah Muara Kuang, Muara Enim dan pelaku Efran kabur ke daerah Ulak Kerbau Ogan Ilir,” ungkap AKP Alhadi Ajansyah saat di bincangi media ini, Minggu (27/10/2019).

Setelah petugas mendapat informasi bahwa kedua pelaku telah kembali dan berada di rumah keponakannya di Jalan Ankatan 45, Kelurahan Tugu Kecil, Kecamatan Prabumulih Timur. Team langsung melakukan penangkapan, pada minggu (27/10/2019) sekitar pukul 02.30 Wib.

“Setelah mendapatkan info tentang keberadaan pelaku, petugas tidak membuang kesempatan dan langsung melakukan penangkapan,” ucapnya.

# Baca Juga :  Kedapatan bawa narkoba, pria ini di ancam 20 tahun penjara

Selanjutnya kedua pelaku dan barang bukti berupa beberapa batu yg dipakai pelaku dan pipa stanlis yang digunakan pelaku Efran untuk menganiaya korban kini diamankan ke Polsek Prabumulih Timur guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Kedua pelaku telah diamankan di Polsek Prabumulih Timur, dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku bakal kita jerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun 6 bulan penjara,” bebernya.

Komentar

BACA JUGA