oleh

Hari AIDS Sedunia 1 Desember, Ayo Kenali 4 Cara Penularan HIV/AIDS, Benarkah Bisa Lewat Ciuman?

-PENDIDIKAN-104 views

monopolisumselnews – Masyarakat di seluruh dunia hari ini memperingati Hari AIDS Sedunia.

Seperti diketahui Hari AIDS Sedunia selalu diperingati setiap tahun pada 1 Desember.

Peringatan Hari AIDS Sedunia ini tentu saja bukan semata peringatan.

Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global tentang HIV.

Oleh karena itu masyarakat perlu tahu tentang HIV.

Sebagai informasi HIV (Human Immunodeficiency Virus) yaitu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

HIV memiliki tiga tahapan infeksi yang akhirnya bisa menyebabkan AIDS.

Oleh karena perlu diketahui belum tentu penderita HIV terinfeksi AIDS.

Lantas bagaimanakah seorang bisa terjangkit HIV/AIDS?

Pada dasarnya siapapun, segala usia bisa terinfeksi HIV, termasuk bayi sekalipun.

Banyak cara untuk menyebabkan seseorang bisa tertular HIV.

Dilansir dari alodokter.com, umumnya penularan HIV bisa melalui cairan tubuh.

Seperti darah, air mani, caiaran vagina hingga air susu ibu yang terinfeksi HIV.

Berikut ini 4 cara penularan HIV yang wajib kamu waspadai.

1. Hubungan Seks Bebas

Ilustrasi Sperma dari pihak ke 3.

Cara penularan HIV yang paling umum yaitu melalui hubungan seksual.

Baik dari pria ke wanita, ataupun sebaliknya, termasuk sesama jenis.

Penularan HIV terjadi saat hubungan seksual melalui beberapa cara lainnya.

Seperti seks melalui vagina, anal, hingga seks oral.

Penularan ini bisa dicegah apabila penderita menggunakan alat pengaman (kontrasepsi).

Kendati demikian, tetap tak menghilangkan risiko penularan HIV melalui kemungkinan lainnya.

Seperti penyalahgunaan alat pengaman hingga kerusakan alat pengamanan tersebut.

2. Jarum suntik Bekas

Ilustrasi jarum suntik pihak ke 3.

Cara penularan HIV selanjutnya yaitu melalui jarum suntik.

Jarum suntik yang terkontaminasi darah yang terinfeksi HIV sangat berisiko.

# Baca Juga :  Temukan Pelanggaran atau penyimpangan terhadap Proyek Pemerintah yang di kerjakan oleh Kontraktor, Kajari Prabumulih minta masyarakat cepat laporkan

Oleh karena itu patut diwaspadai penggunaan jarum suntik bekas.

Adapun dalam kasus lain penggunaan suntik lainnya bisa terjadi melalui aktivitas tindik atau tatto.

Hal itu karena penggunaan jarum suntik tidak steril.

3. Transfusi atau donor darah

Ilustrasi transfusi darah pihak ke 3.

Rupanya penularan juga kerap berisiko melalui transfusi darah.

Kasus itu bisa terjadi apabila pendonor yang ternyata terinfeksi HIV tak mengalami uji kelayakan donor sebelumnya.

Oleh karena itu sebelum transfusi darah, dilakukan uji kelayakan pendonor.

4. Penularan saat kehamilan

Ilustrasi kehamilan oleh pihak ke 3.

Berikut cara penularan HIV yang umum juga terjadi melalui ibu kepada anaknya.

Apabila seorang ibu terinfeksi HIV maka selama masa kehamilan bayi pun ikut terjangkit.

Penularan HIV dari ibu ke anak ini disebut kompleks.

Karena virus dapat menular mulai dari hubungan seks, masa kehamilan, persalinan, atau melalui ASI.

Bahkan HIV juga ditularkan kepada bayi dapat melalui makanan.

Demikian, itulah 4 cara penularan HIV yang wajib diwaspadai.

Kadang kala masyarakat memang waspada terhadap penularan HIV.

Namun saking takutnya hingga beredar pula beberapa informasi mengganggu kenyamanan.

Di antaranya beredarnya mitos informasi penularan HIV/AIDS.

Seperti penderita HIV/AIDS berumur pendek hingga disebut sebagai penyakit kutukan Tuhan.

Ada pula beberapa anggapan lainnya yang menyebabkan informasi menyimpang, seperti informasi HIV ditularkan melalui kontak fisik.

Berikut ini perlu diketahui, HIV tidak ditularkan melalui beberapa cara ini.

– Gigitan nyamuk
– Kontak fisik
– Batuk/Bersin
– Ludah
– Berciuman
– Air mata
– Alat makan dan piring
– Seprei atau alat lainnya
– Toilet

Contoh Kasus :

Balita di Cianjur Menderita HIV/ADIS, Tertular dari Air Susu Ibu, Sang Ayah Sumbernya

Ilustrasi bayi dalam kandungan dari pihak ke 3.

Menjelang Hari AIDS Sedunia, ada fakta mengejutkan dari Kabupaten Cianjur, seorang balita tertular HIV/AIDS yang diturunkan oleh orangtuanya.

# Baca Juga :  Melalui Program CSR di bidang Pendidikan, PT Pertamina Field Prabumulih Sosialisasikan dampak dan bahaya NAPZA

Di lansir dari kompas.com, Balita malang tersebut diduga tertular HIV/AIDS dari Air Susu Ibu (ASI).

Ibunya sendiri positif mengidap HIV/AIDS setelah tertular dari sang suami.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Rostiani Dewi mengatakan, kasus tersebut bukan temuan baru.

Hanya saja, sepanjang tahun ini atau hingga Oktober 2019, anak atau balita yang mengidap HIV/AIDS baru terdata satu orang.

“Ibunya itu terpapar dari suaminya yang sebelumnya telah positif mengidap HIV/AIDS,” kata Rostiani kepada Kompas.com, Jumat (29/11/2019).

Selain itu, pihaknya juga menemukan kasus sejumlah orang dengan HIV/AIDS dari kalangan ibu rumah tangga.

“Ditularkan oleh suaminya. Faktor penyebabnya perilaku tidak setia pada pasangan, dan ada juga akibat penggunaan jarum suntik (narkoba),” ucap Rostiani.

Sumber : Tribun Jabar.

Komentar

BACA JUGA