oleh

Mengenal Tradisi Sedekah Dusun Desa Pangkul, dari Makanan Khas Sampai Sejarah Singkat Terbentuknya Desa

monopolisumselnews| Prabumulih – Mungkin tidak banyak lagi Desa-desa di Kota Prabumulih yang masih mempertahankan Trasidisi atau Adat Budaya lokal yang sempat ada wilayah itu.

Sebenarnya, Tradisi atau Adat Budaya lokal haruslah di lestarikan, karena budaya tersebut dapat menjadi suatu identitas yang unik dari setiap daerah-daerah atau desa-desa yang ada.

Hal itu pula di lakukan oleh masyarakat Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih. Untuk mengenang terbentuknya Desa yang sudah berumur 751 tahun, masyarakat Desa Pangkul melaksanakan tradisi Sedekah Dusun, Selasa (31/11/2019).

Pada acara upacara tradisi Sedekah Dusun tersebut diawali dengan, setiap masyarakat di sana wajib membuat Dodol atau juga disebut Juadah (olahan tepung ketan yang di campur santan kelapa dan gula merah yang di masak sedemian rupa, red) yang nantinya akan di suguhkan kepada para tamu yang bersilaturahmi.

Setelah itu, para masyarakat mengunjungi atau ziarah ke makam leluluhur (Puyang Pangkul) dan melakukan Doa bersama di Balai adat.

Syaripudin selaku Ketua Adat Desa Pangkul menjelaskan, sedekah dusun ini merupakan wujud pelestarian dan pengembangan adat budaya leluhur yang selama ini dijalankan oleh warga Desa secara Turun-menurun, salah satunya bertujuan untuk mengenang asal-usul terbentuknya Dusun hingga sampai saat ini.

“Sedekah dusun tersebut dilaksanakan setiap tahun sejak terbentuknya Desa di wilayah ini sekitar 751 tahun yang lalu, hingga kini masyarakat masih melakukan tradisi ini, seperti mengunjungi makam puyang, berdoa bersama dì balai adat serta silaturahmi antar warga dan yang menjadi cirikhas khusus di daerah sini setiap tamu pasti di suguhkan Juadah,” katanya.

 

Dodol atau juga di sebut Juadah, makanan Khas tradisi Sedekah Dusun di Desa Pangkul, Kota Prabumulih.

Ia juga menceritakan sejarah singkat terbentuknya Desa Pangkul yang semula bernama Desa Pangkul Liwa yang pada saat itu agama Islam belum masuk ke daerah tersebut.

# Baca Juga :  Binaan CSR PT Perta Samtan Gas, KOPPAJA di Berikan Pelatihan Pengembangan Produk Aloevera

Setelah itu, masyarakat desa pindah ke tempat yang baru, dan oleh masyarakat dinamakan Talang Sungai Bungen sehingga menetapla masyarakat sampai saat ini menjadi Desa Pangkul.

“Pada saat itu yang mengajak masyarakat untuk menetap di sini dan juga berperan besar membentuk desa ini yaitu Puyang Pangkul ini,” kata dia.

Syaripudin juga menjelaskan, sayangnya saat ini rangkaian prosesi upacara adat sudah banyak yang di tinggalkan karena perubahan jaman.

“Kalau dulu, setelah upacara adat seperti ini masyarakat di wajibkan untuk tidak keluar rumah selama 3 hari, jadi masyarakat hanya makan dan minum di rumah, namun sekarang sudah di tinggalkan karena perubahan jaman,” jelasnyanya.

Sementara itu, Kepala desa pangkul yang baru di lantik, Jakaria Yadi SH berharap, setelah di adakannya Adat Tradisi Sedekah Dusun ini bisa membuat masyarakat Desa Pangkul Jawa, Pangkul Dalam akan bersatu dan kompak, sehingga kita selaku Pemerintah Desa bisa membangun Desa Pàngkul menjadi lebih baik lagi.

“Kamaren kan antara Desa Pangkul Jawa dan Desa Pangkul Dalam itu belum kompak. Semoga setelah di adakannya Upacara Adat ini silaturahmi dan kekompakan masyarakat desa lebih terjalin lagi,” pungkasnya.

Komentar

BACA JUGA