oleh

Penyakit DBD Meningkat, Kadinkes Prabumulih Sebut Foging Bukan Solusi Mencegah Penyakit DBD, Hanya 3M yang Dapat Mencegah Itu

monopolisumselnews| Prabumulih – Maraknya kasus penyakit DBD di Kota Prabumulih akhir-akhir ini menjadi permasalahan yang serius. Terbukti dengan meningkatnya pasien DBD di Rumah Sakit yang berada di Kota Prabumulih.

Menurut informasi yang di himpun oleh media ini, salah satu faktor penyebab meningkatnya kasus DBD di Kota Prabumulih diantaranya musim hujan yang berdampak pada banyaknya genangan air sehingga menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk.

# Baca Juga :  Mengenal Tradisi Sedekah Dusun Desa Pangkul, dari Makanan Khas Sampai Sejarah Singkat Terbentuknya Desa

Penyebab DBD sendiri berasal dari virus yang terdapat pada nyamuk Aedes aegypti. Terlebih lagi saat ini musim hujan, hal inilah salah satu faktor yang mungkin menyebabkan terjadinya peningkatan kasus DBD di Kota Prabumulih.

Banyak dari masyarakat awam menyesalkan hal itu, yang mengasumsikan pihak Dinas terkait seakan menyepelehkan kasus meningkatnya masyarakat yang terkena DBD.

“Perhatian dari pemerintah untuk kasus ini di nilai kurang, buktinya jarang di lakukan Fogging di daerah-daerah yang rawan banyak nyamuk DBD,” ungkap salah satu warga kepada media ini.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Prabumulih dr Happy Tedjo menyebutkan Fogging atau pengasapan menggunakan pestisida murni bukan solusi yang tepat untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) karena hanya efektif membunuh nyamuk dewasa, bukan jentiknya.

“Cara itu dilakukan justru ketika di lingkungan rumah sudah ada yang terkena DBD, Fogging tidak harus dilakukan kalau memang tidak ada orang yang terkena DBD. Jadi kalau ada masyarakat yang positif terkena DBD silahkan melapor ke pihak kami untuk ditindak lanjuti,” kata dia saat di temui awak media di gedung DPRD Kota Prabumulih, Selasa (14/01/2020).

Dirinya menyebutkan, untuk melakukan pencegahan, masyarakat seharusnya menjaga kebersihan lingkungan dengan cara memberantas sarang nyamuk atau dengan 3M (menutup, menguras, mengubur) tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

“Dengan mematikan sumber-sumber jentik berkembang biak. Cara itu lebih ampuh untuk menjaga lingkungan agar tidak menjadi tempat nyamuk DBD berkembang biak, serta menaburkan bubuk Abate di tempat-tempat yang tergenang Air,” ungkapnya.

Tedjo juga menyarankan masyarakat Prabumulih agar kiranya menanam tanaman yang tidak di sukai oleh nyamuk seperti tanaman Serai dan bunga Lavender, serta memelihara ikan yang memakan jentik-jentik nyamuk.

“Tanaman dan pelihara ikan seperti itu juga alternatif upaya pencegahan penyakit DBD,” pungkasnya.

Komentar

BACA JUGA