oleh

Terkendala Biaya dan Dokumen Kependudukan, Ini Cerita Persalinan Ibu Muda Hingga Mendapatkan Bantuan Dari LSK YIMI dan RSUD Prabumulih

monopolisumselnews| Prabumulih – Ibu mana yang tidak bahagia, jika bayi yang di kandungnya lebih dari 9 bulan terlahir kedunia dengan sempurna tanpa adanya kendala apapun, seperti kendala Kesehatan Ibu dan Bayi, maupun kendala admistrasi.

Namun nyatanya, tidak semua masyarakat di Sumatera Selatan, Khususnya di Kota Prabumulih dapat merasakakan demikian.

Seperti halnya yang dirasakan ibu Fitri Hayani (20) salah satu warga kawasan Jalan Nias (Bawah Tower red), Kelurahan Ginung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih.

Saat dirinya melakukan persalinan di RSUD Kota Prabumulih, ia terkendala oleh proses admistrasi (Dukumen Kependudukan) serta biaya persalinan, padahal dirinya diketauhi memang keluarga yang tidak mampu.

Beruntungnya, hal itu cepat di ketahui oleh Lembaga Sosial Kemasyarakatan Yayasan Insan Merdeka Indonesia (LSK YIMI) Kota Prabumulih.

Foto Penyerahan Bantuan Kepada Ibu Fitri Hayani di RSUD Kota Prabumulih.

Ketua LSK YIMI Nunung Damayanti menceritakan, bahwa pihaknya memang sudah mengenal Fitri beberapa waktu yang lalu untuk menawarkan bantuan.

“Pada saat itu, di daerah bawah tower memang ada 3 orang yang kami tawarkan untuk di bantu, salah satunya ibu Fitri Yani ini, tapi pada saat itu saya menanyakan dokumen kependudukan dengan dia. Tapi dia hanya diam saja lalu pergi,” kata dia.

Akhirnya, lanjut nunung, pihaknya mendapatkan informasi dari pihak BPJS yang bertugas di RSUD Kota Prabumulih untuk meminta bantuan agar salah satu pasien yang di rawat di ruang persalinan agar di bantu proses pembuatan Dokumen Kependudukan.

“Nah kemaren aku dapet kabar dari teman BPJS yang bertugas di Rumah sakit untuk di bisa bantu proses pembuatan KK sama KTP untuk salah satu pasien yang sedang lahiran, agar proses admistrasi pembiayaan persalinan bisa di bantu oleh Pemerintah Prabumulih (Jamkot atau Jampersal) untuk masyarakat Prabumulih yang tidak mempunyai kartu BPJS maupun KIS namun keluarga tersebut tidak mampu,” ceritanya.

# Baca Juga :  Jumat Sehat, Rutan Kelas IIB Kota Prabumulih Adakan Jalan Santai, Senam Bersama Serta Melaksanakan Penanaman Bibit Tanaman Toga

Menanggapi hal itu, pihaknya langsung ke RSUD untuk menanyakan kebenaran hal itu ke pasien.

“Setelah kami cek ternyata itu Fitri ini, padahal waktu itu kami sudah sarankan untuk melengkapi dokumen. Karena dukumen yang kami pinta tidak mungkin untuk bisa di selesaikan dalam waktu dekat, jadi kami (seluruh anggota LSK YIMI) adakan rembug untuk mendonasikan dana membantu seluruh biaya proses persalinan ini,”.

“Kasihan juga dengan ibu Fitri dan bayinya jika berlama-lama di sini,” ungkapnya.

Di tempat yang berbeda, dr Efrizal  Syamsudin selaku Direktur RSUD Kota Prabumulih melalui Kepala Bagian Tata Usaha Adi Kuanto saat di konfirmasi prihal tersebut membenarkan adanya problem itu.

“Memang ado pasien itu, pasien itu memang dak punyo dokumen apapun. Jadi dio bukan warga Kota Prabumulih kalu dak biso nunjukke dokumen. Jadi biaya persalinan itu dak biso di bantu oleh Pemerintah Kota Prabumulih, sedangke dio jugo dak ktek kartu BPJS. Tapi tadi Kami (Pihak Rumah Sakit) sudah berkordinasi dengan pihak LSK YIMI untuk membahas biaya persalinan itu dan pihak rumah sakit sanggup mengurangi biaya itu dan sisanya pihak LSK YIMI yang melunasi,” jelasnya, Rabu (22/01/2019).

Sementara itu, Fitri Hayani selaku penerima bantuan mengucapkan banyak terimaksih kepada pihak LSK YIMI dan pihak RSUD Kota Prabumulih yang sudah membantu dirinya.

“Aku terimokasih nian dengan pihak-pihak yang sudah membantu, kami memang keluargo yang dak mampu nian. Alhamdulilah aku dan anak aku sehat galo dan biso keluar dari rumah sakit hari ini, memang kemaren kami terkendala oleh biaya dan dukumen kependudukan, soalnya aku belum ado surat pindah dari Batu Rajo,” ungkapnya.

Komentar

BACA JUGA