oleh

Disinyalir Hampir Tidak Mempunyai Tanggung Jawab Sosial Kemasyarakatan, CSR PT. KAI ‘Gelap’ di Tengah Masyarakat Daerah Pinggiran Setasiun Kereta Api Prabumulih

monopolisumselnews| Prabumulih – Sebagai masyarakat Kota Prabumulih harusnya bangga mempunyai salah satu Stasiun Kereta Api yang aktif dan Fungsional.

Pasalnya, tidak semua Kabupaten Kota yang ada di Provinsi Sumatera Selatan di lalu oleh Kereta Api, apalagi mempunyai Stasiun Kereta Api yang Aktif dan Fungsional.

Namun sayangnya, keberadaan Stasiun Kereta Api di Kota Prabumulih disinyalir tidak menimbulkan manfaat yang besar untuk masyarakat sekitar Stasiun, terlebih masyarakat Kota Prabumulih.

Hal tersebut di ungkapkan oleh beberapa masyarakat yang sudah terbiasa hidup berdampingan dengan suara dan getaran yang di timbulkan oleh Keteta Api itu, salah satunya Medianto, selaku Ketua RT 04, RW 01 Kelurahan Karang Raja yang tinggal di berdekatan denga Stasiun Kereta Api Prabumulih.

Menurut dia, pihak manajemen Stasiun Kereta Api Kota Prabumulih disinyalir hampir tidak mempunyai tanggung jawab Sosial kepada masyarakat yang hidup di sekitar Stasiun, padahal sudah di atur dalam amanat Undang-Undang No. 40 tahun 2007 pasal 74 tentang Perseroan Terbatas (UU PT) dan Undang-Undang No. 25 tahun 2007 pasal 15(b) dan pasal 16 (d) tentang Penanaman Modal (UU PM).

“Sepengetahu saya, dari jaman Perumka dan PJKA, belum pernah ada program nyata yang bersentuhan langsung dengan warga masyarakat disekitar sini, malah yang ada PT. KAI ini menciptakan ratusan pengangguran dengan melarang para pedagang asongan berjualan di atas kereta api, tanpa memberikan solusi yang berarti, adanya larangan berdagang pada para pedagang asongan otomatis membuat mereka kehilangan mata pencahariannya yang sudah berpuluh tahun di geluti. Yang lebih Ironis lagi, saat ini mendekati stasiun kereta api saja nyaris tidak di perbolehkan, kita yang kelahiran sini seperti orang asing ditanah kelahiran sendiri.” Ungkap Medi kepada wartawan.

# Baca Juga :  Hadapi PSBB, Pemkot Prabumulih Alihkan Para Agen Pengepul PTM ke Terminal Type B

Ia juga menyebutkan, bahwa sudah beberapa kali masyarakat di wilayah pinggiran Stasiun Kereta Api khususnya masyarakat wilayah Kelurahan Karang Raja mengajukan beberapa bantuan Sosial kemasyarakatan, serta mengajukan bantuan pengembangan sarana dan prasarana umum di wilayah itu kepada pihak manajemen Stasiun Kereta Api, namun sampai saat ini belum terrealisasi, bahkan seakan di abaikan.

“Kita tau bahwa perusahaan di wajibkan mengeluarkan CSR untuk masyarakat. Tapi sayangnya realisasi CSR yang di keluarkan oleh Perusahaan PT KAI belum maksimal di nikmati oleh masyarakat di sini. Padahal semua itu sudah kita ajukan, dari mulai meĺalu lisan maupun melalui bentuk Proposal,” jelasnya.

Ia berharap, pihak manajemen Setasiun Kereta Api Kota Prabumulih atau yang berwenang dalam hal ini, untuk terjun langsung ke masyarakat, agar mengetahui kondisi yang ada di tengah masyarakat, terutama masyarakat yang berdekatan dengan Stasiun Kereta Api Kota Prabumulih.

“Harapan kami selaku masyarakat di sini itu, mengharapakan pihak PT KAI itu memperhatikan kita sebagai masyarakat, terutama masyarakat yang hidup berdampingan denga Stasiun Kereta Api ini, dan itu seharusnya sudah menjadi kewajiban Perusahaan yang sudah di atur UUD,” pungkasnya.

Terpisah, Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti saat di konfirmasi oleh media ini melalu Aplikasi pesan singkat WhatsApp membantah adanya prihal itu.

Ia menuliskan, pihak PT KAI sudah beberapakali merelalisasikan kewajiban perusahan itu kepada masyarakat di sekitar Stasiun Kereta Api Prabumulih.

“Sebenarnya untuk realisasi CSR sudah beberapa kali diberikan kepada masyarakat di sekitar Stasiun Prabumulih, mungkin masnya saja yang belum tau,” kata dia.

Menurut dia, Pemberian CSR kepada masyarakat diberikan berdasarkan proposal yang telah diajukan oleh masyarakat di daerah itu.

# Baca Juga :  Ridho Yahya Minta Seluruh PNS Dalami Program Kerja Pemerintah Prabumulih dan Dapat Menjaga Rahasia

“Posesnya, setalah Proposal tersebut dilakukan proses verifikasi dan dilakukan survey oleh tim CSR, barulah bantuan itu akan diberikan,” pungkasnya.

Komentar

BACA JUGA