oleh

Mengejutkan !!, Ibu di Muara Enim Ajak Anaknya Berhubungan ‘Intim’ di Gerbek Polisi

monopolisumselnews| Muara Enim – Sungguh tidak bermoral, apa yang di lakukan seorang ibu yang berinial IA (40) dan anaknya EP (19) di kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muaraenim ini.

Pasalnya, ibu dan anak itu di pergoki Polisi saat hendak melakukan hubungan intim di rumahnya.

Terbongkarnya perbuatan cabul keduanya itu, bermula pada saat pihak jajaran Kepolisian Resor Kabupaten Muara Enim melakukan pengerbekan di rumah pelaku atas dasar kasus narkoba.

Kapolres Muaraenim AKBP Donni Eka Syaputra didampingi Wakapolres Kompol Tri Wahyudi dan Kasat Narkoba AKP Putu Made Suryawan, menjelaskan, pada saat di lakukan pengerbekan di dapati keduanya siap akan melakukan hubungan layaknya suami istri.

# Baca Juga :  Terkendala Biaya dan Dokumen Kependudukan, Ini Cerita Persalinan Ibu Muda Hingga Mendapatkan Bantuan Dari LSK YIMI dan RSUD Prabumulih

“Saat di introgasi, mereka mengakui akan melakukan hubungan mesum. Dan dari tangan kedua pelaku kita berhasil mengamankan barang bukti tiga paket Sabu seberat 8,22 gram dan satu butir ekstasi dirumahnya,” ungkap Kapolres kepada awak media.

Sementara itu, pelaku IA (Ibu.red) saat di introgasi penyidik mengatakan bahwa, perbuatan mesum yang akan di lakukan keduanya diduga akibat pengaruh narkoba.

“Yang ngajak untuk berhubungan intim itu saya. Saya tidak tahu sebabnya mungkin pengaruh setan,” kata ibu dua anak ini didepan penyidik Satres Narkoba Polres Muaraenim, Selasa (17/3/2020).

Menurut IA, bahwa ia sudah setahun pisah ranjang dengan suaminya yang pergi bekerja di Bengkulu.

Selama ditinggal suaminya, ia terpaksa menghidupi kedua anaknya sendirian dengan bekerja serabutan.

Ia juga mengedarkan narkoba bersama anaknya sejak lima bulan lalu.

IA mengaku terpaksa melakukannya untuk membiayai anaknya yang bungsu bersekolah di Palembang.

“Sekolah anak saya itu, butuh Rp 1,5 sampai Rp 2 juta sebulan, sebab ia tinggal di asrama,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah ia sadar dan tahu melakukan hubungan intim antara Ibu dan anak itu terlarang baik hukum pemerintah dan agama, Ibu dua anak ini, mengaku tahu dan sadar.

Namun ia melakukannya hanya spontan saja, dan itu belum dilakukan baru akan dan keburu digrebek Polisi.

Sementara itu EP, mengakui jika dirinya diajak oleh ibunya untuk melakukan hubungan intim suami istri.

Namun pada saat kejadian, dirinya sudah setengah tidak sadar sebab baru sudah mengisap narkoba.

“Saya tidak tahu, saya sudah setengah sadar, tahu- tahu digrebek Polisi,” akunya.

EP menjelaskan, nekat menjalani bisnis haram tersebut karena terpaksa harus membiayai sekolah adiknya di asrama Palembang.

Ia juga menjadi tulang punggung sebagai pengganti ayah yang telah pergi meninggalkan mereka sejak setahun belakangan ini.

“Katanya ia (ayah.red) pergi ke Bengkulu, tapi tidak ada kabar lagi, dan tidak pernah mengirim uang sama kami, sementara waktu itu, kami terdesak untuk membiayai adik saya yang sekolah dan tinggal di asrama di Palembang,”katanya.

Dijelaskannya ia dan ibunya mendapat pemberitahuan dari sekolah untuk membayar uang sekolah adiknya sekitar Rp 1.5 juta.

“Karena terdesak,terpaksa saya ambil jalan instan, saya hanya menjual barang yang dititipkan orang,”

“Bagaimana tidak, untuk kebutuhan adik saya sekolah setiap bulan, kami harus menyiapkan uang sekitar 1.5 hingga 2 juta, Sementara ibu saya bekerja serabutan di rumah orang, dan sayalah tulang punggung keluarga, selain menjual, saya juga diupah untuk memakai barang haram tersebut,” katanya.

EP mengaku sangat menyesali perbuatannya tersebut dan Ia pasrah jika harus menerima konsekuensi dari perbuatannya tersebut.

Sumber : Tribun Sumsel

Komentar

BACA JUGA