oleh

Pencegahan Penyebaran Covid-19 ke Warga Binaan, Rutan Kelas IIB Prabumulih Tidak Masukkan Tahanan Baru

monopolisumselnews| Prabumulih – Dampak dari Virus Corona (Covid-19) yang masuk ke Indonesia tidak hanya membuat para pelajar harus belajar di rumah dan para pegawai di setiap daerah harus di liburkan atau menerapkan berkerja di rumah.

Namun, dampak dari virus (Covid-19) yang akhir-akhir ini semakin merebak di sejumlah wilayah di indonesia juga harus memaksa pihak Dirjen Pas untuk membatasi akses keluar masuk di Lapas maupun Rutan yang ada.

Dampaknya, sejumlah Rutan maupun Lapas yang ada di Indonesia harus melakukukan pembatasan pengunjung yang ingin bertemu keluarga yang menjadi warga binaan. Tindakan demikian agar mengantisipasi wabah tersebut masuk kedalam Lapas maupun Rutan.

Salah satu contohnya, Rutan Kelas IIB Kota Prabumulih yang menerapkan kebijakan untuk masyarakat yang hendak berkunjung agar menggunakan perangkat komunikasi video call yang sudah di siapkan. Itu di terapkan untuk mengantisipasi tertularnya virus tersebut kepada warga binaan.

Tidak cukup sampai di situ, dalam langka pencegahan itu juga, pihak Rutan Kelas IIB Prabumulih meminta kepada pihak terkait untuk menunda sementara pengiriman tahanan ke Rutan Kelas IIB Prabumulih, sesuai surat intruksi dari KemenkumHam Kanwil Provinsi Sumsel No: W.6.PK.01.07.01-0127 tanggal 17 Maret 2020 tentang pencegahan penyebaran Covid-19 ke dalam Lapas atau Rutan.

Hal tersebut pula di sampaikan oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Sumsel, Giri Purbadi yang di dampingi oleh kepala Rutan Kelas IIB Kota Prabumulih Reza Meydiansyah Purnama saat di bincangi oleh sejumlah wartawan, Rabu (25/02/2020).

Ia menuturkan bahwa, untuk mengantisipasi Virus Corona (Covid-19) masuk dalam Rutan, pihaknya sudah berkordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penundaan penitipan tahanan baru, penundaan pelimpahan perkara baru, penundaan persidangan di pengadilan sampai dengan akhir Bulan Maret 2020.

# Baca Juga :  Ridho Yahya Minta Angota BPD di Setiap Desa di Kota Prabumulih Mampu Berinovasi Untuk Membangun Desa

“Ini salah satu tindakan pencegahan, mengingat kondisi Lapas maupun Rutan di Sumatera Selatan yang mayoritas dalam keadaan Overcrowding dan dalam keadaan steril dari Covid-19, maka sangat rentan dan berbahaya jika sampai Virus tersebut masuk ke dalam Rutan Maupun lapas yang ada,” ucapnya.

Ia menyebutkan, bahwa setiap Lapas dan Rutan yang ada di seluruh Sumatera Selatan harus menyiapkan diri menghadapi Virus Corona (Covid-19) tersebut.

“Kita secara bertahap melakukan pencegahan-pencegahan secara dini di setiap Lapas Maupun Rutan yang ada. Dan alhamdulilah mereka sudah menyiapkan diri untuk Sterilisasi orang-orang yang masuk, baik Petugas, Kalapas maupun tamu-tamu lain yang akan masuk kedalam Lapas Maupun Rutan khususnya di Sumatera Selatan,” ucapnya.

Giri juga berharap, bahwa seluruh Lapas dan Rutan yang ada di Sumatera Selatan harus Steril dari penyebaran Virus tersebut.

“Karena ini kondisi yang sangat berbahaya, dimana 1 saja yang terkena virus tersebut, ini akan menjadi masalah kita bersama. Dan kita tidak hanya melindungi warga binaan namun juga seluruh petugas harus terlindungi. Serta mudah-mudahan apa yang kita takuti itu tidak terjadi,” pungkasnya.

Komentar

BACA JUGA