oleh

Pembunuhan IRT di Muara Enim Akhirnya Terkuak, Motifnya Karena Pelaku Dendam Dengan Suami dan Anak Korban

monopolisumselnews| Muara Enim – Pembunuhan dan perampokan yang sempat menggeparkan warga Dusun I Desa Hidup Baru Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim, akhirnya terkuak.

Diketahui, korban yang bernama Elina (47) di temukan tak bernyawa pertamakali oleh Hairul Saleh di kebun karet belakang rumah koban. dengan posisi tertelungkup dan kedua kaki terikat, mulut tersumbat serta terdapat luka sayat di bagian leher. Dan dari hasil penyelidikan, didapati sepeda motor milik korban juga ikut menghilang, pada Sabtu (21/03/2020) lalu.

Menurut informasi yang di himpun dari pihak kepolisian, pelaku pembunuhan dan perampokkan tersebut ternyata di lakukan oleh Romanto (26) warga Talang Gerandong, Desa Padang Bindu, Kecamatan Benakat, Kabupaten Muara Enim, yang di bantu oleh 2 tersangka lainnya yakni Sangkut (DPO) dan Aji (DPO).

Kapolres Muaraenim AKBP Donni Eka Syaputra melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Satya Arian, SH saat di konfirmasi menyebutkan, tersangka Romanto melakukan pembunuhan dan perampokan tersebut di lantari faktor dendam.

“Karena Hendri (Anak dari Korban, Red) selingkuh dengan Istri Tersangka, dan Suami Korban Atas Nama Andi mendukung hubungan tersebut, Sehingga menimbulkan rasa dendam oleh tersangka,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan kronologis terjadinya pembunuhan dan perampokan tersebut yang di dapat dari pengakuan tersangka, yaitu.

Pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2020 sekira pukul 05.00 Wib pelaku bersama dengan temannya yang bernama Sangkut (DPO), Aji (DPO) berkumpul di rumah Aji untuk merencanakan pembunuhan terhadap Andi selaku suami korban.

Kemudian, sekira pukul 07.30 Wib tersangka berangkat bersama dengan Sangkut (DPO), Aji (DPO) menuju kerumah korban dengan berjalan kaki yang jaraknya lebih kurang 100 meter melintasi belakang rumah korban.

# Baca Juga :  Tolong temannya hampir tenggelam, dua bocah tewas di Sungai Lematang

Setelah sampai dibelakang rumah korban, pelaku menunggu target Andi keluar dari rumah, tetapi tidak keluar-keluar sehingga keluarlah istri Andi (Korban, Red) yang langsung melemparkan batu kearah Pelaku sambil berteriak “Maling”.

Kemudian tersangka mengejar korban sambil membawa sebilah pisau yang sudah tidak bersarung ditangan kanan, dan berhasil menendang kaki korban sehingga terjatuh.

Selanjutnya, tersangka meminta bantuan Sangkur (DPO) dengan Aji (DPO) untuk mengikat tangan dan kaki korban dengan menggunakan tali.

Setelah terikat, tersangka mengambil baju yang ada dijemuran untuk membekap mulut korban, setelah itu tersangka menyayat dagu korban, urat nadi sebelah kanan dan urat nadi sebelah kiri, tetapi korban masih bernafas sehingga tersangka langsung menggorok leher korban sampai korban meninggal dunia.

Setelah korban meninggal. Pelaku kemudian masuk kedalam rumah korban melalui pintu belakang dan mengambil sepeda motor honda beat BG 6163 DAJ dengan cara memotong kabel kunci kontak sedangkan Sangkut (DPO) dan Aji (DPO) juga masuk kedalam rumah. Setelah itu para tersangka menggunakan sepeda motor korban menuju ke arah Desa Talang Gerandong untuk melarikan diri.

“Saat ini pelaku dan barang bukti 1 buah sepeda motor honda beat BG 6163 DAJ (milik korban), 1 bilah pisau bersarung kayu, bergagang kayu, 2 buah tali alat untuk mengikat tangan dan kaki korban, 1 helai kain alat untuk mengikat korban, pakaian korban, serta 1 pasang sandal korban warna biru sudah diamankan di Polres Muara Enim demi kepentingan penyidikan,” ucap KasatRes.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku bakal di kenakan pasal 340 KUHP (Pembunuhan Berencana) dan atau 338 (Pembunuhan biasa) dan atau 365 ayat 4 KUHP (Pencurian dg kekerasan yg mengakibatkan korban MD) ancaman hukuman hukuman mati atau seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.

# Baca Juga :  Muara Enim kembali berduka, 3 rumah di 3 desa terbakar hampir bersamaan

“Tersangka di kenakan pasal berlapis. Sedangkan untuk para pelaku DPO segera menyerahkan diri dalam waktu 1×24 Jam, jika tidak menyerahkan diri, kami akan lakukan upaya paksa dengan cara tegas dan terukur,” tegasnya.

Komentar

BACA JUGA