oleh

Miris !!, Zona Merah Jadi Pagar Pembatas Masyarakat Prabumulih Untuk Mengais Rezeki, Ini Salah Siapa ?..

monopolisumselnews| Prabumulih – Polemik tentang dilarang masuknya masyarakat Kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan di beberapa daerah maupun Desa yang ada di Sumsel menuai Pro dan Kontra, serta sangat membuat geram sebagian masyarakat.

Pasalnya, menurut informasimasi yang di himpun oleh media ini, masyarakat Kota Prabumulih tidak lagi diterima oleh sejumlah Daerah atau Desa, dikarenakan Kota Prabumulih telah mendapatkan predikat Zona Merah oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pusat maupun Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Selatan.

Karena predikat tersebut, membuat sejumlah Pejabat Daerah maupun Pejabat Desa di Sumatera Selatan mengambil langkah antisipasi dengan cara tidak menerima masyarakat dari Kota Prabumulih untuk beraktifitas di wilayah mereka.




 

Memang,!! Kebijakan itu di ambil sebenarnya demi memutuskan mata rantai penyebaran Virus Corona Dieases (Covid-19) yang di takutkan akan menyerang wilayah mereka.

Namun kebijakan tersebut belum tentu benar, dan bisa juga kebijakan tersebut dikatakan tidak salah ?.

Benar !!, kalau Kota Seinggok Sepemunyian itu sudah mendapatkan Lencana Zona Merah di pundaknya. Tapi perlu di garis bawahi, Ratusan bahkan Ribuan masyarakat di sana belum tentu terpapar oleh Virus yang sudah di katakan menjadi Pandemi itu.

Saat ini, dampak dari kebijakan Daerah maupun Desa yang belum tentu efektif memerangi penyebaran Virus tersebut, membuat terpukul sebagian masyarakat Kota Prabumulih maupun sebaliknya.

Bagaimana tidak, banyak dari para pedagang pasar mingguan yang berada di desa-desa diluar wilayah Kota Prabumulih (Kalangan, Red) yang diketahui bahwa mayoritas pedagang tersebut di geluti oleh sebagian besar warga Kota Prabumulih, saat ini tidak dapat lagi menjajakan dagangannya ke pasar tersebut. Bahkan, warga Kota Prabumulih yang berkerja di perusahan yang berdiri di Desa mereka tidak dapat berkerja lagi, karena kebijakan yang belum tentu benar kajiannya itu.

# Baca Juga :  Tekan Penyebaran Covid-19, Pemkot Prabumulih Kembali Semprotkan Disenfektan Secara Masal dan Terus Sosialisasikan Protkes




Mirisnya, hal tersebut lagi-lagi berdampak pada perputaran Ekonomi warga Kota Prabumulih, dan pasti akan berimbas juga pada perputaran Ekonomi di daerah tersebut.

Dalam hal ini, siapa yang harus di salahkan ?…

Jalan mana yang harus di tempuh ?…

Di sisi lain, warga prabumulih yang menggantungkan hidupnya dari provesi itu juga harus mendapatkan penghasilan untuk menjaga dapur di rumahnya agar tetap berasap.

Seharusnya, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Daerah harus cepat mendapatkan langkah-langkah atau Solusi untuk mengatasi hal ini.

Jika hal ini di biarkan berlarut-larut akan menjadi permasalahan baru yang akan di hadapi oleh Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Daerah.

Untuk itu, hendaknya pemimpin Daerah maupun pemimpin Desa haruslah bijak dalam mengambil keputusan, jangan sampai kebijakan tersebut di ambil untuk mengatasi masalah, namun kenyataannya akan menimbulkan permaslahan baru.

Mari kita bahu-membahu untuk memerangi penyebaran Virus ini, agar situasi seperti ini cepat terlewatkan dan kembali normal, serta jangan sampai kita terhasut oleh Oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, yang memancing suasana semakin keruh. By : Admin

Catatan : Jika Kalian Ada Pendapat Tulis di Kolom Komentar.

Komentar

BACA JUGA