oleh

Jika PSBB Diberlakukan di Kota Prabumulih, Benarkah Pasar di Tutup ?

monopolisumselnews| Prabumulih – Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan upaya pemerintah untuk menekan laju penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19) di tengah masyarakat.

Diketahui, Pemerintah Kota Prabumulih juga saat ini sedang melakukan proses pengajuan PSBB ke Gubernur Sumatera Selatan dan ke Kementrian Kesehatan RI.

Namun sayangnya pengajuan tersebut masih terkendala oleh syrat-syarat yang belum terpenuhi oleh pemerintah Kota Prabumulih untuk melakukan pengajuan PSBB.

# Baca Juga :  Sangsi Pelanggar PSSB di Prabumulih Belum di Tetapkan

Banyak spekulasi yang timbul jika di Kota Prabumulih benar-benar menerapkan PSBB.

Bagaimana tidak, jika PSBB di terapkan, maka aktifitas masyarakat tentunya akan lebih di batasi, sebagai mana yang kita tau dari daerah-daerah yang sudah menerapkan PSBB.

Hal inilah yang menjadi momok menakutkan oleh sebagian masyarakat di Kota Prabumulih.

Banyak masyarakat yang bertanya ? tentang aktifitas ekonomi di tengah masyarakat yang saat ini memang mengalami kemunduran.

Apakah penerapan PSBB tersebut akan memperparah laju Ekonomi di tengah masyarakat, yang sebagaimana kita tau bahwa aktifitas masyarakat akan di batasi jika PSBB tersebut di terapkan ?.

# Baca Juga :  Kota Prabumulih Kembali di Guyur Disenfektan, Ridho Yahya : Jangan Sekali-kali Mengucilkan Warga yang Positif Covid-19

Menanggapi hal tersebut, Walikota Prabumulih Ridho Yahya mengatakan bahwa, aktifitas Ekonomi yang di lakukan oleh masyarakat tetap berjalan seperti biasa jika diberlakukan PSBB. Namun memang ada pendisiplinan masalah protokol kesehatan.

“Kalau ekonomi di masyarakat jelas sudah menurun sejak terjadinya Pandemi corona ini. Jadi walupun PSBB di terapkan, masyarakat boleh tetap berjualan dengan syarat wajib mematuhi protokol kesehatan yang ada,” ucap Ridho Yahya kepada wartawan, Senin (04/05/2020).

Seperti kita ketahui bersama, saat ini aktifitas jual beli di pasar-pasar yang ada di Kota Prabumulih masih berjalan seperti biasa.

“Kalau PSBB memang nantinya akan terlaksana, aktifas jual beli di pasar tetap berjalan seperti biasa, dan memang pasar-pasar tidak boleh di tutup. Tapi akan ada pendisiplinan lebih keras lagi terkait protokol kesehatan, contohnya antara pedagang dengan pedagang lainnya harus ada jarak, wajib memakai masker, dan lain sebagainya,”.

“Susah kito kalu pasar dak katek yang jualan, nak makan apo kito pak !!. Dan jika PSBB memang diberlakukan maka para pedagang wajib melaksanakan Protokol kesehatan yang sudah di tentukan, kalau aturan itu tidak di indahkan maka ada sangsinya,” beber Ridho.

Komentar

BACA JUGA