oleh

Hanya Gara-gara Tidak Dapat Bantuan BLT, Seorang Warga di Prabumulih Ancam Bunuh Lurah

monopolisumselnews| Prabumulih – Seorang Lurah di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih tiba-tiba di amuk warganya terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang di programkan oleh Pemerintah Pusat.

Informasinya, warga tersebut kesal karena tidak dapat bantuan langsung tunai yang tidak lama lagi mulai diterima oleh masyarakat dan ia juga menuduh pihak kelurahan setempat tebang pilih dalam mendata bantuan itu.

# Baca Juga :  Bakal dapat bantuan Rumah, Petugas Kebersihan Kota Prabumulih terlihat Sumringah Dan Bersemangat

Padahal, menurut keterangan Walikota Prabumulih Ridho Yahya yang sempat di kabarkan, bahwa jangankan RT/RW ataupun pihak Kelurahan, dirinya sebagai walikotapun tidak bisa menentukan siapa orangnya yang berhak dapat atau tidak, karena keputusan tersebut sudah berdasarkan hasil Perifikasi yang di keluarkan oleh Kementrian Sosial.

Melampiaskan kekesalannya, seorang warga itu memukul-mukul meja di Kantor Kelurahan dan mirisnya lagi, warga tersebut sempat mengancam akan membunuh lurah tersebut.

Lurah Kelurahan Sukaraja, Salwan Febri saat dihubungi media ini membenarkan insiden itu. Ia pun tidak menyangka itu bakal terjadi, karena saat itu dirinya sedang duduk berdiskusi bersama Babhin Kantibmas, RT, Rw dan warga lainnya di Kantor Kelurahan yang sekaligus menjadi Posko Pemantauan Covid-19 Kelurahan Sukaraja.

# Baca Juga :  Pemkot Prabumulih Kembali Glontorkan 38.000 Paket Sembako Ke Masyarakat, 1.538 Diantaranya di Berikan Kepada Warga Kelurahan Mangga Besar

“Lagi duduk ngobrol, tiba-tiba warga itu datang dan langsung gebrak meja, lalu ia mengancam membunuh saya hanya karena tidak dapat bantuan BLT sebesar Rp 600,000 dari Kemensos, padahal sudah saya terangkan mekanismenya bagaimana kepada dia, namun tetap saja dia ngotot,” ungkapnya Senin Kemarin (18/05/2020).

Akiban hal tersebut, Salwan Febripun rencananya akan membawa insiden itu ke ranah hukum karena tidak terima dengan perlakuan warga tersebut yang sempat mengancam akan membunuh.

“Kita kerja kan penggen tenang, kalau sudah mengancam begitu kan sudah membuat kami tidak tenang dalam bekerja. Peristiwa ini akan saya laporkan ke pihak kepolisian, bahkan kejadian kemaren di saksikan oleh pak Bahabin Kamtibmas,” ucapnya.

Komentar

BACA JUGA