oleh

Simak Video : Ekonomi Kerakyatan dan Aman COVID -19 di Sektor Pasar Tradisional Kota Prabumulih

Latar Belakang

The New Normal
Lokasi: Terminal Pasar Pagi Tipe B jalan Lingkar Kota Prabumulih

monopolisumselnews| Prabumulih – Kesan Kumuh, Semwarut ditambah kerumunan pembeli dan pedagang pada saat transaksi tawar menawar barang. Ini terjadi dari pukul 22.00 WIB saat mobil pickup / truk menuju kota Prabumulih membawa hasil bumi untuk dikirim di Kota Prabumulih. Sebagai kota perlintasan dan pertempuran oleh kabupaten lain. Memposisikan Kota Prabumulih menarik bagi reseller daerah lain untuk membeli kebutuhan sembako (sayur mayur, ikan, daging, rempah-rempah dll) dan kebutuhan lainnya.

Sangat mudah untuk menyebarkan COVID-19 di Pasar Tradisional “Semakin banyak kerumunan, Barang ini banyak dicari Orang”. Belum lagi masyarakat yang tidak mau pindah ke tempat yang lebih representatif untuk mereka berdagang lebih luas, nyaman, aman dan bersih. Pemerintah Kota Prabumulih lebih dari 15 Tahun sulit berpindah para pedagang karena tempat Pasar Tradisional sebelumnya hanya dapat menampung 200 pedagang dari 491 pedagang ( kelebihan kapasitas ). Hikmah pandemi COVID-19 membuat para Bandar, lapak dan Pengepul untuk pindah.

Adaptasi kebiasaan baru Protokol Kesehatan COVID-19 dilaksanakan antara lain:

  • Pemberian Jarak pada lapak dagangan.
  • Sosialisasi terus menerus protokol kesehatan dengan memahami penggunaan masker, sarung tangan sekali pakai, pelindung wajah , cuci tangan pakai sabun dengan 6 gerakan cuci tangan / pakai hand sanitizer.
  • Tidak lupa kebersihan dan kenyamanan saat belanja dengan sikap ramah tamah, sopan dan senyum.
  • Pemberian tanda pengepul, untuk ketertiban dan keamanan pasar dan tidak terjadi monopoli barang.
  • Pemberian Sanksi Terhadap Pedagang Yang Melindungi Baik Dari Denda Bahkan Sampai Tidak Bisa Masuk Ke Pasar.

Adaptasi kebiasaan baru Protokol Kesehatan COVID-19 oleh pembeli dilaksanakan antara lain:

  • Tetap pakai maaasker.
  • Cuci tangan pakai sabun, tersedia juga di Pasar.
  • Diukur suhu badan.
  • Menjaga jarak antar pembeli lain, untuk tidak memaksakan pengumuman orang-orang.
  • Menghindari kontak langsung saat transaksi pembayaran, membawa uang pas (belum menerapkan pembayaran non tunai).
  • membawa kantong belanja sendiri disamping minimisir sampah plastijk juga aman COVID-19.
# Baca Juga :  Waw !!!, Pemkot Prabumulih janjikan Reward menggiurkan bagi Putra-Putri terbaik yang berprestasi

“tawar menawar harga barang pada ekonomi kerakyatan membuat pasar tradisional penting dalam mempercayai pasokan dan moneter”. Juga geliat Pasar Tradisional sebagai penggerak sektor lainnya. Dengan Disiplin dan Taat Protokol Kesehatan COVID-19 untuk era kehidupan baru menjadi kesejahteraan bersama ”

Tujuan

Tujuan inovasi daerah Ekonomi Kerakyatan dan Aman COVID -19 di Sektor Pasar Tradisional Kota Prabumulih

  1. Membangun kembali kehidupan ekonomi dan aktivitas usaha rakyat Pasar Tradisional dengan prinsip NYAMAN, BERSIH dan AMAN COVID-19.
  2. Mendorong gerakan di daerah pelaksanaan protokol Covid – 19 sektor Pasar Tradisional.
  3. Membangun kehidupan masyarakat kembali produktif dan aman COVID-19 serta tatanan baru pada saat interaksi antar sektor Pasar Tradisional dan merupakan usaha rakyat yang akan memunculkan multiplier effect sektor lain seperti UMKM dan IKM.
  4. Mengevaluasi Kondisi Mengimplementasikan Protokol Kesehatan – 19 sektor pasar tradisional oleh Pemerintah Kota Prabumulih.
  5. Menciptakan situasi kondusif di lapangan dengan penerapan normal baru sektor Pasar Tradisional
  6. Memperoleh model protokol Covid – 19 sektor Pasar Tradisional.
  7. Pencegahan distribusi Covid – 19 melalui protokol kesehatan sektor Pasar Tradisional yang dibuat oleh pemerintah daerah khusus Kota Prabumulih

Manfaat

Manfaat inovasi daerah Ekonomi Kerakyatan dan Aman COVID -19 di Sektor Pasar Tradisional Kota Prabumulih

  1. Relokasi pasar pagi ke tempat yang luas dengan menjalankan protokol kesehatan COVID-19.
  2. Masyarakat nyaman dan aman dari penularan COVID-19 dan nyaman kompilasi bertransaksi di pasar tradisional.
  3. Pasokan makanan tetap tersedia dengan distribusi yang terkendali dan aman COVID-19.
  4. Bangkitnya sektor UMKM dan IKM dengan memberikan pasokan bahan baku dengan memberikan efek multipier terhadap sektor lain disamping produktif juga aman Covid-19.
  5. Laju perbaruan terkendali.
  6. Pemerintah Daerah menerima Pendapatan Asli Daerah dari sektor pasar tradisional.
  7. Pembukaan lapangan pekerjaan sektor informal (berdagang).
# Baca Juga :  Bahas Usulan Masyarakat ke OPD, Bappeda Prabumulih Adakan Rapat Forum Perangkat Daerah

Sumber : Humas Kota Prabumulih.

Komentar

BACA JUGA