oleh

Binaan CSR PT Perta Samtan Gas, KOPPAJA di Berikan Pelatihan Pengembangan Produk Aloevera

monopolisumselnews| Prabumulih – Para Gadis Koppaja (Komunitas Pemuda Pangkul Jawa) dan Karang Taruna Desa Pangkul Jawa mengadakan pelatihan pembuatan sabun Aloevera (Lidah Buaya). Selasa (07/072020).

Kegiatan ini merupakan serangkaian program binaan CSR PT Perta Samtan Gas dalam upaya pengembangan ekonomi masyarakat desa Pangkul sebagai sentra budidaya Aloevera.

Pelatihan pembuatan sabun dari Aloevera oleh Koppaja dilaksanakan di rumah salah satu petani Aloevera, Dusun 5 Desa Pangkul yang di narasumberi oleh Desti Fajarin dari perwakilan komunitas Prabu Ijo Community.

# Baca Juga :  Peduli Korban Banjir Bandang di Kabupaten Lahat, Walikota Prabumulih Berikan Bantuan Kepada Warga Desa Gunung Kembang

External Relation PT Perta Samtan Gas Harry Maradona mengatakan, Desa Pangkul merupakan Desa Proklim Mandiri dan banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian, serta mengiatkan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dikomandoin oleh kelompok pemuda dalam hal ini yang tergabung dalam Koppaja dan Karang Taruna.

“Aloe Vera merupakan salah satu potensi yang ada di Desa Pangkul yang akan dikembangkan dengan hal ini kita melakukan pelatihan agar Aloe Vera bisa dikembangkan menjadi produk unggulan dari Desa Pangkul,” ucap Harry kepada wartawa.

# Baca Juga :  Modal Uang Rp 500 Ribu, Pria Ini Tega Cabuli Anak di Bawah Umur

Ia menyebutkan, Selain mengadakan pelatihan pembuatan sabun dengan cara handmade, pihaknya juga memberikan penyuluhan kesehatan kulit, kecantikan dan pengunaan kosmetik.

“Dengan di adakannya pelatihan ini, mudah-mudahan dapat mengembangkan ekonomi masyarakat di Desa Pangkul, serta dapat menambah wawasan para peserta latihan,” terangnya.

Sementara itu, Desti Fajarini selaku narasumber mengatakan, dalam pelatihan tersebut, para peserta juga di bekali dengan informasi tentang kesehatan dan kecantikan kulit serta informasi tentang bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan sabun.

“Di sini kita informasikan tentang sifat masing-masing bahan, cara pembuatan sabun, manfaat dan efek dari penggunaan sabun yang bermacam macam bentuk dan sifatnya. Serta ada perbedaan antara sabun alami dan sabun yang beredar di pasaran,” terangnya.

Dalam pelatihan itu juga Desti menjelaskan, Sabun yang digunakan secara luas di masyarakat mengandung bahan kimia yang banyak menimbulkan efek samping. Jika dibandingkan di pasaran, harga sabun alami pada umumnya lebih mahal dibandingkan dengan sabun yang mengandung bahan kimia.

“Padahal, jika sabun alami dapat dibuat sendiri untuk kebutuhan pribadi, hal tersebut dapat menghemat pengeluaran rumah tangga dan dapat memanfaatkan lidah buaya sortir untuk diolah menjadi produk bernilai jual. Bahan-bahan pembuat sabun alami yang sebenarnya sederhana dan banyak ditemui disekitar kita,” ungkap dia.

# Baca Juga :  Meningkatan kualitas pelayanan, pengunjung warga binaan di Rutan Kelas IIB Kota Prabumulih di suguhkan pemandangan baru

Usai penyuluhan, peserta diajak secara langsung praktek membuat sabun batang atau padat handmade yang mudah dipraktekkan dengan bahan-bahan yang sederhana.

Setelah pelatihan, para peserta diberi tugas PR untuk mempraktekkan membuat sabun masing-masing dan menyetorkan hasil kreasi sabun buatannya pada pertemuan selanjutnya.

Komentar

BACA JUGA