oleh

Bakar Lahan Untuk Dijadikan Kebun, Tiga Pelaku Ini Di Ancam 10 Tahun Penjara

monopolisumselnews| Prabumulih – Aparata Kepolisian Resor Kota Prabumulih mengamankan tiga pelaku pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kawasan Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Rabu (22/07/2020).

Ketiga pelaku yang informasinya masih satu keluarga sekaligus pemilik lahan yang terbakar itu telah ditetapkan sebagai tersangka, setelah penyidik melakukan gelar perkara.

Informasinya, ketiga pelaku tersebut dengan sengaja membakar lahan tersebut untuk di jadikan lahan perkebunan. dan atas perbuatannya, mereka di ancam 10 Tahun hukuman penjara.

Menurut keterangan dari pihak Kepolisian, Kronologis dari penangkapan ketiga tersangka tersebut bermula saat Comen Center dari satelit pematau Karhutla menginformasikan kepada pihak Polres Prabumulih bahwa di titik tersebut telah terjadi kebakaran.

Setelah itu, Pihak Polres Prabumulih berkordinasi dengan Babhin Kamtibmas dan Bhabhinsa Desa setempat untuk mencari titik yang terjadi kebakaran.

Setelah mendapatkan lokasi tempat titik yang terbakar, Babhin Kamtibmas dan Bhabhinsa melaporkan hal itu ke petugas pemadam kebakaran dan langsung mengajak warga untuk memadamkan api yang sudah di ketahui sudah membesar itu dengan alat seadanya.

Setelah mobil Pemadam Kebakaran tiba di lokasi, sayangnya mobil itu tak dapat menjangkau titik api tersebut, dan beruntungya ada kendaraan roda 3 yang di desain khusus untuk memadamkan api di tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh mobil Damkar, sehingga Kobaran api itu dapat di padamkan.

Setelah Api dapat di Padamkan, Team Satreskrim Polres Prabumulih memasang Police Line untuk melakukan penyedikan, dan berhasil meringkus para tersangka yang melakukan pembakaran.

Begitulah skenario yang disusun saat Polres Prabumulih menggelar simulasi peningkatan kemampuan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Perkebunan Bumi Perkemahan Pramuka Desa Pangkul tadi siang.

# Baca Juga :  Sertijab Kapolsek Cambai, Berikut Nama Kapolsek Cambai yang Baru dan Pesan Kapolres Prabumulih

Meski hanya simulasi penanganan Karhutla namun hal ini merupakan bagian dari imbauan kepada warga.

“Simulasi ini bertujuan untuk mengingatkan kebali atau mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara di bakar, karena bahaya karhutla itu sangat luar biasa, dapat merusak alam dan merugikan kesehatan masyarakat,” ujar Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudharmaya SIk MH yang di dampingi jajaran saat di bincangi awak media setelah simulasi berakhir.

Kapolres juga menjelaskan, dengan adanya kegiatan ini mudah-mudahan dapat menyadarkan masyarakat bahwa ada penanganan khusus jika terjadi Karhutla.

“Jika terjadi Karhutla itu langsung terlihat oleh Satletit, dan operator langsung menghubungi kita untuk di tindak lanjuti. Jadi di himbau untuk masyarakat jangan sekali-kali membakar lahan, dan jika itu terjadi maka ada tindakan tegas menanti mereka,” tegasnya.

Komentar

BACA JUGA