oleh

Rampas Handphon dan Aniaya Korban, Preman Bertato masuk Penjara

-KRIMINAL-2.189 views

monopolisumselnews| Prabumulih – Polsek Prabumulih Timur, Kota Prabumulih berhasil mengamankan satu dari dua pelaku tindak pidana Perampasan dan penganiayaan, yang terjadi di Gedung Serbaguna, Kelurahan Tanjung Raman.

Belakangan diketahui, pelaku tersebut bernama Dedy Suarsa (36) warga Jalan Raya Baturaja, Kelurahan Tanjung Raman, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih.

Preman bertato ini di ringkus oleh Team Opsnal Polsek Prabumulih Timur yang di pimpin langsung oleh Kanit Reskrim Ipda Freddy di kediamannya pada Rabu Dini Hari (19/08/2020), sekira jam 01.00 Wib.

# Baca Juga :  Empat pemuja sabu berhasil di ringkus sekaligus dengan selang waktu tak begitu lama

Menurut informasi dari pihak kepolisian, peristiwa tersebut bermula saat korban ER, warga Dusun II Desa Tanjung Menang, Kecamatan Prabumulih Selatan, sedang berada di Gedung Serbaguna, Kelurahan Tanjung Raman, pada Selasa (28/07/2020) lalu, sekira jam 21.30 WIB.

Tiba-tiba didatangi oleh dua orang pelaku yang langsung memerintahkan korban untuk duduk.




 

Setelah itu, salah satu pelaku memukul bagian wajah korban berkali-kali dengan menggunakan tangan dan menerjang dahi korban 1 Kali, lalu pelaku juga memukul punggung korban berkali-kali dan akhirnya Pelaku merampas 1 buah Handphone Merek OPPO A1K Warna Merah di dalam saku celana korban. Seterusnya pelaku bersama temannya pergi meninggalkan korban.

# Baca Juga :  Sungguh Biadab, Pria ini Cabuli Anaknya Sebanyak 20 Kali Hingga Korban Hamil 5 Bulan

“Sebelum merampas Handphon korban, para pelaku juga sempat menganiaya korban. Dan atas peristiwa tersebut, orang tua korban melaporkan hal itu ke Polsek Prabumulih Timur dengan nomor LP/B/175/VIII/SUMSEL/PBM/SEK PBM TMR,Tgl 18 Agustus 2020,” terang Kapolsek Prabumulih Timur AKP Herman Rozi SH MSi saat di konfirmasi awak media, Rabu (19/08/2020).

Herman menjelaskan bahwa saat ini pelaku dan barang bukti sudah di amankan di Polsek Prabumulih Timur, sedangkan satu pelaku lainnya saat ini masih dalam proses pengejaran petugas.

“Untuk mempertanggungkan jawabkan perbuatannya, pelaku bakal kita jerat dengan pasal 368 KUHP tentang perampasan,” bebernya.

Komentar

BACA JUGA