oleh

SKK Migas-Pertamina EP sosialisasikan Survei Seismik 3D di Kota Prabumulih, Ini Besaran Kompensasi Jika Lahan Kena

monopolisumselnews| Prabumulih – Pihak SKK Migas dan Pertamina EP melakukan sosialisasi kegiatan survei Seismik 3D Block Chrysant di Kota Prabumulih sebagai pemenuhan komitmen eksplorasi atau mencari sumber baru wilayah kerja Minyak dan Gas (migas) di Kota Prabumulih.

Kegiatan sosialisasi tersebut terpusat di di ruang rapat lantai 1, gedung Pemerintah Kota Prabumulih yang di hadiri oleh wakil walikota Prabumulih H Adriansyah Fikri SH para Camat, Lurah dan Kepala Desa yang ada di Kota Prabumulih, Rabu (02/09/2020).

Meski demikian, pihak survei Seismik 3D Chrysant akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat di setiap Kelurahan dan Desa yang dilaluinya, agar progam yang di laksanakan tersampaikan dengan benar.

Khozin Nussurul selaku kepala humas kegiatan survei Seismik 3D Chrysant menyebutkan, Kegiatan survei seismik 3D ini akan dilakukan melalui 6 Kecamatan atau 20 Kelurahan dan Desa yang ada di Kota Prabumulih

“Jadi Hampir seluruh wilyah di kota Prabumulih akan di lakukan survey seismik, untuk itu kita terus lakukan Sosialisasi langsung ke Lurah, masyrakat dan pemilik lahan agar masyarakat benar-benar paham,” terangnya.

Menurut Khozin, kegiatan seismik di wilyah Kota Prabumulih bakal berlangsung di Bulan Desember 2020 mendatang.

“Tanggal 16 ini kita mulai dari wilyah kabupaten PALI yaitu di mulai dari Desa Bumi Ayu dan terus merambah ke Kota Prabumulih, dan kemungkinan pada bulan Desember masuk ke sini. Yang jelas akan segera kita laksanakan setelah selesai sosialisasi ini,” kata dia.

Ia menerangkan, sebelum dilakukan kegiatan Seismik, pihaknya akan melakukan pendataan terlebih dahulu disetiap rumah warga yang beradius 1 KM dari kegiatan Seismik.

“Jika nanti ada Kendala – kendala yang terjadi di lapangan, masyarakat dapat dikoordinasikan kepada Humas Desa yang sudah kita bentuk, dan humas desa itulah yang akan melapor ke kita. Tujuannya agar tidak ada pihak yang dirugikan,” ungkapnya.

# Baca Juga :  DPRD Prabumulih Minta Pemkot Kaji Lebih Dalam Wacana Pelaksanaan New Normal di Prabumulih ?

Dikesempatan itu juga ia memaparkan, tali asih atau kompensasi yang akan di terima warga jika lahannya terkena lintasan atau kegiatan Sesmik besarnya berdasarkan dari Peraturan Gubernur Nomor 40 Tahun 2017.

“Jadi besarnya Rp 5000/1 Meter maju, sedangkan untuk 1 Lubang Bor sebesar Rp 50.000, jika kegiatan tersebut masuk di lahan mereka,” jelasnya.

Lebih jauh Khozin menerangkan, jika pihaknya juga menyerap tenaga lokal yang ingin bergabung.

“Kalau ada masyarakat lokal yang ingin bergabung, silahkan melapor ke humas Desa yang sudah kita bentuk,” pungkasnya.

Komentar

BACA JUGA