oleh

Terkait Banyak Ditemukan Alat Konrasepsi Bekas, Berikut Ungkapan Ridho Yahya dan Sejarah Singkat Tugu Serangan Balas Kota Prabumulih

monopolisumselnews| Prabumulih – Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM menyayangkan jika salah satu ikon kebanggaan Masyarakat Kota Prabumulih, Taman Tugu Serangan Balas di salah gunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Hal itu dikatan Ridho saat dimintai keterangan oleh beberapa awak media terkait banyak ditemukannya alat kontrasepsi berupa kondom habis pakai serta bungkus obat batuk habis pakai dilokasi tersebut.

“Sangat di sayangkan, salah satu Ikon Kota Prabumulih yang harusnya kita jaga bersama dijadikan tempat seperti itu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” terangnya kepada awak media di Gedung Pemerintah Kota Prabumuluh, Rabu (16/09/2020).

Walikota dua priode itu mengakui bahwa Taman Tugu Serangan Balas yang berlokasi di simpang Taman Kota Prabujaya tersebut minim penerangan.

# Baca Juga :  Pasca penetapan Bupati Muara Enim menjadi Tersangka oleh KPK, Wakil Bupati pastikan Pelayanan kepada masyarakat tidak tertunda

“Kami sudah tau, kendalanya di lampu penerangan. Sebenarnya itu sudah kita anggarkan, namun yang jadi masalah itu belum disahkan oleh pihak DPRD Kota Prabumulih,”

“Dan bukan hanya di situ saja yang gelap, dari 7000-an penerangan lampu jalan, hanya 1500-an yang hidup, makanya kita sudah anggarkan. Tapi mudah-mudahan masuk di tahun depan,” bebernya.

Di kesempatan itu juga Ridho mengajak seluruh elemen masyarakt untuk ikut serta merawat fasilitas yang ada di Bumi Seinggok Sepemunyian ini.

“Perlu di ingat ya, Kota Prabumulih Bukan milik Ridho Yahya, namun Kota yang kita cintai ini milik kita bersama, untuk itu ayo kita jaga sama-sama. Kalu ada yang hal-hal seperti itu (Penyimpangan,red) di Fasilitas umum kita, tolongla di tegur. Dak mungkin jugo itu nak di jagoi 24 jam, jadi ayolah kito jago samo-samo,” pungkasnya.

Untuk sekedar mengingatkan kembali, tugu monumen Serangan Balas dengan simbol pejuang berbekal senjata bambu runcing yang berhasil membunuh penjajah tersebut dibangun sekitar tahun 1980-an.

Monumen tersebut sengaja dibangun sebagai simbol dan lokasi perjuangan warga Prabumulih. Sebagai imbas pertempuran lima hari lima malam di Palembang, serta sebagai simbol bentuk perlawanan pejuang melawan Belanda untuk membebaskan Prabumulih yang kala itu dikuasai Belanda.

Sebelumnya dilokasi tersebut juga merupakan Taman Makam Pahlawan (TMP), hingga pada tahun 2000-an dipindahkan ke Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, yang saat ini dikenal sebagai Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa.

Komentar

BACA JUGA