oleh

2000 Pelaku Usaha Micro di Usulkan Dinas Koperasi Prabumulih Dapat Banpres Senilai Rp 2,4 juta, 294 Pelaku Lainnya Sudah Bertahap Cair

monopolisumselnews| Prabumulih – Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau Bantuan Presiden (Banpres) Produktif yang diberikan bagi Pelaku Usaha Miikro sebesar Rp2,4 juta, saat ini sudah mulai sepenuhnya terealisasi.

Bantuan yang diketahui untuk membantu para pengusaha mikro agar lebih produktif, serta bangkit akibat terdampak pandemi Covid-19 ini juga turut dirasakan oleh masyarakat Kota Prabumulih.

Menurut informasi yang dihimpun media ini, kurang lebih sebanyak 294 pelaku usaha mikro di Kota Prabumulih yang telah mencairkan bantuan modal sebesar Rp2,4 juta tersebut.

Hal ini juga disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi Junaidah SE MM yang di dampingi oleh Kepala Bidang Pemerdayaan UMKM Dinas Koperasi Kota Prabumulih, Indra Kurniawan saat dibincangi awak media di Kantor Dinas Koperasi, Selasa (22/09/2020).

Ia mengatakan bahwa, hingga kemarin, pihaknya sudah mengajukan hampir 2000-an pelaku usaha mikro ke pihak kementrian untuk mendapatkan bantuan tersebut.

“Menurut data yang ada, kita sudah mengajukan sekitar 1994 pelaku usaha, namun sayangnya perifikasi siapa yang berhak mendapatkan bantuan tersebut sepenuhnya dari pihak kementrian,”

“Dan saat ini kita sudah menerima data ada sebanyak 294 pelaku usaha yang sudah cair, dan ini terus bertahap, belum tau pastinya berapa kuota pelaku usaha di Kota Prabumulih yang mendapatkan bantuan itu,” terangnya.

Sejauh ini ia mengungkapkan, bantuan tersebut menyasar pelaku usaha micro seperti pedagang kuliner dan lain sebagainya.

“Yang kita tau sejauh ini, berdasarkan pelaku usaha yang sudah cair. itu didominasi oleh pedagang kuliner dan ada juga pelaku usaha tambal Ban. Yang jelas omset mereka tidak melebihi 300 juta/ tahun,” terangnya.

Indra menjelaskan, bantuan tersebut di usulkan oleh lembaga pengusul, dan untuk di Kota Prabumulih sendiri seperti, Dinas Koperasi dan perbankan milik negara seperti BRI atau BNI (HIMBARA).

# Baca Juga :  Sembilan Posko Covid-19 Kelurahan di wilayah Prabumulih Timur dan Tiga Posko PSBB Dibantu Multi Vitamin Oleh Anggota DPRD Kota Prabumulih

Dan yang menjadi syarat supaya pelaku usaha mikro bisa mendapatkan BLT sebesar Rp2,4 juta ini meliputi;

1. Warga Negara Indonesia (WNI)
2. Memiliki NIK (Nomor Induk Kependudukan)
3. Mempunyai usaha mikro
4. Bukan kalangan ASN, Pegawai BUMD/BUMN dan TNI/Polri
5. Tidak menerima kredit pembiayaan dari perbankan atau KUR
6. Untuk pelaku UMKM yang memiliki KTP dan domisili usahanya berbeda, dapat melampirkan Surat Keterangan Usaha (SKU).

Setelah semua persyaratannya terpenuhi lanjut Indra, lembaga pengusul akan mengusulkannya, namun pelaku UMKM wajib mengisi data seperti :

1. NIK (Nomor Induk Kependudukan)
2. Mengisi nama lengkap
3. Alamat tempat tinggal sesuai dengan KTP
4. Jenis/bidang usaha
5. Nomor handphone/telepon yang aktif

Kemudian setelah itu, pelaku UMKM yang telah mengajukan BLT dan dinyatakan lolos akan mendapat pemberitahuan dari Bank penyalur melalui SMS.

“Nanti akan dapat pemberitahuan dari Bank penyalur seperi bank yang tadi di sebutkan, Bank BRI, BNI atau Bank yang termasuk katagori Bank milik negara,” ucapnya.

Dan jika bantuan tersebut akan segera cair, nantinya pihak bank akan meminta calon penerima bantuan untuk memverifikasi kepada bank penyalur.

“Setelah itu calon penerima memverifikasi diri ke bank tersebut, barulah setelah itu memproses pencairan. Dan jika pelaku UMKM yang belum memiliki rekening bank, pihak bank penyalur akan membuatkannya secara langsung ketika pencairan,” terangnya.

Lebih jauh Indra menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya sudah menutup pendaftaran pemohon bantuan tersebut, dikarenakan waktu yang sudah di tentukan sudah habis.

“Untuk selarang kita sudah tidak menerima lagi pemohon, karena waktu yang sudah ditentukan sudah habis kemari, jadi berkas-berkas yang sudah masuk sudah kita entrikan ke pihak kementrian. Namun jika nantinya waktu akan diperpanjang, akan kita informasikan kembali,” pungkasnya.

Komentar

BACA JUGA