oleh

Gubernur dan Kapolda Sumsel Tinjau Lokasi Tambang yang Sempat Telan Korban Jiwa

monopolisumselnews| Muara Enim – Kapolda Sumsel Irjen pol prof.dr. Eko Indra Heri bersama Gubernur Sumsel H. Herman Deru menijau langsung Lokasi Tambang Rakyat Yang Longsor di Desa Penyandingan Kec. Tanjung Agung Kab. Muara Enim namun kejadian tersebut menelan Belasan korban Jiwa, di duga Tambang Batu Bara milika Rakyat tersebut tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan ( IUP ), Rabu ( 22/10/20 ).

Namun 3 pelaku Penambangan Ilegal tersebut kini suda di amankan Aparat Kepolisian Polres Muara Enim, Sekitar pukul 23 : 00 Wib, ke 3 pelaku tersebut yaitu Dadang Supriatna ( 56 ) warga Pangelangan Kab. Bandung Selatan, Bambang ( 38 ) merupakan warga Kepo Baru, Kab. Bojonegoro dan Muhamad ( 26 ) merupakan Teluk Pandan Kab. Pesawaran, Lampung Selatan dan11 orang korban yang meningal dunia merupakan pekerja Tambang Rakyat yang ada di desa Penyandingan.

Dalam Hibauwanya Gubernur Sumsel menyapaikan. “Untuk menghentikan Tambang Rakyat ini, karena telah memakan korban jiwa dan akan kita carikan solusi yang paling baik untuk penambang rakyat, namun tetap sesuai dengan aturan Perudang Undangan, misalnya bagai mana nanti para pekerja tambang rakyat ini di bina sebaik mungkin, di beri fasilitas keselamatan/ safety untuk bekerja dan hasilnya nanti di jual ke pihak BUMN yang ada di wilaya Sumsel,” ucap Herman Deru.

Untuk sementara waktu menurut Gubernur Sumsel H. Herman Deru penambangan tersebit di hentikan dahulu.

# Baca Juga :  Cegah Stunting, Hana Monica Selaku Duta Stunting Berikan Gizi Tambahan Kepada Balita di Kelurahan GIB, Serta Kampanyekan Rajin ke Posyandu
# Baca Juga :  PLT Bupati Muara Enim Tegaskan Perusahaan Tidak Gunakan TKA Non Skill

“Setop dahulu aktifitas Tambang Rakyat dan ada solusinya diberikan pembinaan yang baik dan benar sesuai dengan peraturan perundang undangan,” tegas Deru.

Lanjut di tambah juga oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof.dr Eko Indra Heri mengatakan, akan tetap laksanakan proses hukum dan telah melakukan pemeriksaan, namun juga keputusan apapun dari Gubernur pihak kepolisian akan mendukung.
Untuk dugaan terkait adanya unsur pidana masi dalam pemeriksaan pihak kepolisian.

“Kalau memang kata Gubernur Tambang tersebut harus di tutup kita akan maksimalkan, kalaupun ada opsi yang kedua, kami dari kepolisian akan mendukung,” tegasnya Eko.

Laporan : Beben

Komentar

BACA JUGA