oleh

Buron 8 Bulan, Pelarian Pelaku Pembunvh LC di Prabumulih Akhirnya Terhenti

monopolisumselnews| Prabumulih – Teka-teki pembunvhan seorang LC (Pemandu Lagu) yang terjadi di Kota Prabumulih beberapa waktu lalu akhirnya terkuak.

Setelah di buru selama kurang lebih 8 Bulan, akhirnya Tim Opsnal Satreskrim Polres Prabumulih berhasil meringkus terduga pelaku dikontrakannya, di Perum Tirta Mulya, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Minggu (25/10/2020) sekira pukul 10.00 WIB.

Belakangan diketahui, terduga pelaku tersebut bernama Deni Saputra (28) warga Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim yang tak lain merupakan pacar korban.

Sempat diberitakan sebelumnya, seorang LC bernama Citra Yetri Yeni alias Sheila (27) yang tercatat sebagi warga Desa lubuk Raman, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim ditemukan tew4s dikamar kosnya di Jalan Murai Batu 3, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Prabumulih Timur pada 28 Februari lalu, dengan kondisi mengenaskan.

Saat ditemukan, tubuhnya terlentang dan nyaris membvsuk, serta dibagian kepala korban ditemukan luka bekas hantaman benda tumpul.

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SH SIk MH beserta jajaran saat Pers Rilis di gedung Mapolres Kota Prabumulih menjelaskan motiv dari pembvnuhan tersebut di latar belakangi karena cemburu.

“Pelaku mengaku kesal saat mendapat kabar mengenai korban yang sering mengumpulkan laki-laki di dalam kos-kosan tempat tinggalnya,” ucapnya.

Pria yang baru menjabat Kapolres itu menjelaskan, kronologis pembunvhan tersebut bermula pada Rabu (26/02/2020) sekira pukul 16:00 wib pada saat tersangka mendapat Whatsaap dari saudara Burnawi yang mengirimkan Foto Burnawi sedang berpelukan tanpa bus4na serta juga mengirimkan Video joged berdua bersama Korb4n.

Setelah tersangka mendapatkan foto dan video tersebut, tersangka langsung menemui korban dan berkata kepada korban”kamu ngumpulin lanang yo dikosan ini” namun korb4n berkata “tidak”.
Lalu setelah itu, tersangka dan korb4n cekcok mulut.

# Baca Juga :  Usai Jual Barang Toko Mendadak Tidak Masuk Kerja, Pegawai Toko Sembako Dipolisikan Majikan

Pada saat tersangka dan korb4n cekcok mulut, tersangka pun langsung mengelurkan HP dan menunjukkan foto dan video yang didapatkannya dari Burnawi.

Kemudian, korb4n mengambil dan membantingkan HP tersebut sambil berkata “itu bukan aku”, lalu tersangka berkata “jangan meraso bukan kau itu”, sambil tersangka menampar muka korb4n sebanyak 4 kali dan membentvrkan kepala korb4n ke dinding dengan berkali-kali.

Korb4n sempat menghindar lalu duduk di atas ranjang. Dan pelakupun ikut duduk sambil bertanya “apo selamo ini memang mak inilah gawe kau ngumpulke lanang, apo kendak kau”. Lalu korb4n berkata “cariklah betino lain yang idak ca’ aku”.

Setelah mendengar perkataan tersebut, tersangka langsung mencekjk leher Korb4n hingga meninggal.

Setelah korb4n meningg4l dunia, pelaku menggeser maya4t korb4n ke sudut, dan menutupi may4t korb4n dengan bantal dan kain Seprei warna biru.

Setelah tersangka memastikan korban tidak berny4wa lagi, tersangka langsung mengemasi pakaian tersangka, lalu tersangka mengambil sepeda motor jenis Yamaha Mio J dan tiga unit HP milik Korb4n, setelah itu langsung melarikan diri ke wilayah Karawang.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku bakan dikenakan pasal 340 KUHP atau 338 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup,” pungkas kapolres.

Komentar

BACA JUGA