oleh

KPK RI Periksa Dinas PUPR Ogan Ilir, Ada Apa?

monopolisumselnews| Ogan Ilir – Rombongan petugas dari Komisi Pemberantasan Koropsi (KPK) Repubrik Indonesia (RI) mendatangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (24/0/11/2020).

Saat dikonfirmasi, Pelaksana Tugas (PLT) Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan jika KPK RI menerjunkan personilnya guna melakukan proses penyelidikan dugaan kasus korupsi terkait dua proyek jalan di Desa Simpang Pelabuhan Dalam-Inderalaya senilai Rp17 miliar dan Desa Tanjung Miring Kecamatan Muarakuang lebih dari Rp12 miliar.

Ia menuturkan, penyelidikan dilakukan selama kurang lebih 5 hari sejak Selasa (24/11/2020) sampai Sabtu (28/11/2020) di Mapolres Ogan Ilir dan disinyalir pemeriksaan tersebut juga dilakukan di Mapolda Sumsel.

“Ya benar, kita sudah ada permintaan keterangan beberapa pihak terkait kegiatan penyelidikan oleh KPK RI dalam beberapa hari ini, karena masih proses penyelidikan, jadi kami belum bisa menyampaikan lebih lanjut mengenai kegiatan dimaksud. Berapa jumlah orang yang diperiksa, siapa saja ya adalah?. Yang jelas bagaimana soal perkembangan kasus ini nanti kami akan menginformasikannya lebih lanjut,kepada awak media Sabtu (28/11/2020),” ujarnya.

Sebelumnya, pada hari Selasa, Rabu, Kamis (24-26 November) sudah dilaksanakan pemeriksaan kepada beberapa orang oknum ASN dan oknum pemborong yang diduga terlibat dalam proyek jalan di Desa Simpang Pelabuhan Dalam Pemulutan – Indralaya tahun 2018 yang senilai Rp17 Miliar, dan proyek pembangunan jalan Desa Tanjung Miring Kecamatan Muarakuang yang senilai lebih dari Rp12 Miliar.

Pemeriksaan terhadap beberapa oknum ASN yang di duga terlibat dalam Proyek tersebut dilakukan oleh anggota dari KPK RI di Ruang Pidum/Reskrim Mapolres Ogan ilir.

Menurut pantauan awak media, hanya yang dipanggil yang bisa masuk ke dalam ruangan tersebut. Pada Selasa (24/11/2020) pukul 14.00 wib-17.00 wib, pemeriksaan dilakukan kepada tiga orang yang diduga ASN di antaranya berinisial JN, AS, MH, sementara hari kedua Rabu (25/11/2020) diperiksa sebanyak tiga orang, di antaranya RZ, FZ,FR. Pemeriksaan dilaksanakan mulai pukul 09.00 wib-17.30 wib.

# Baca Juga :  Belum Selesai Hasil Rekap Uji Kopetensi, Pengumuman Kelulusan Tertunda, Para PHL Prabumulih Harap Bersabar

Namun belum diketahui pasti, hasil dari pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas KPK RI tersebut.

Di tempat yang berbeda, Sekretaris PUPR Ogan Ilir Ruslan membenarkan, jika ada oknum ASN yang diperiksa dan dimintai keterangan oleh petugas KPK di Mapolres Ogan ilir.

“Ya memang benar ada yang diperiksa, sebenarnya saya juga terkejut. Sebelum mereka (petugas KPK-red) memeriksa oknum ASN untuk dimintai keterangan di Mapolres OI, terlebih dahulu mereka mengirimkan surat pemberitahuan, Namun surat tersebut diterima oleh pak bos (Kadin PUPR JN- red) jadi saya tidak tahu apa isi dari surat tersebut,” jelasnya ,saat dikonfirmasi via telepon.

Disinggung soal berapa jumlah orang yang dimintai keterangan dan isi dari materi pemeriksaan Ruslan mengaku juga tidak mengetahuinya.

“Kalau masalah itu, saya kurang tau,” tukasnya singkat.

Sementara pantauan awak media di hari ketiga, tampak empat orang yang diduga pemborong yang mengerjakan proyek tersebut hadir memenuhi panggilan KPK di Ruang Posko Operasi Kepolisian Mapolres OI dan Ruang Pidum/Reskrim pada Kamis (26/11/2020).

Pemilik PT BSM isial S mengatakan kedatangan dirinya ke Mapolres OI untuk memenuhi panggilan KPK RI.

“Ya saya kesini kan untuk memberikan keterangan, soalnya PT BSM saya cuma dipinjam oleh KTF yang juga merupakan sahabat saya. PT saya
digunakan untuk proyek jalan Desa Pelabuhan Dalam-Indralaya senilai lebih dari Rp17miliar. Yang jelas saya ada kuasa direktur jadi saya hanya mendampingi KTF untuk memberikan keterangan,” ujarnya.

Disinggung soal siapa yang menandatangani kuasa direktur terhadap perusahaan yang dipinjamnya, ia enggan menjawab.

Sementara pemilik CV Multk juga dipanggil namun dirinya mengaku bingung. “Saya ini bingung mengapa saya dipanggil terkait proyek jalan di Desa Pelabuhan Dalam-Indralaya padahal saya tidak
ada proyeknya, Karena itu saya mau menjelaskan mau klarifikasi,” tukasnya namun enggan menyebutkan namanya.

# Baca Juga :  Hanya Gara-gara Tidak Dapat Bantuan BLT, Seorang Warga di Prabumulih Ancam Bunuh Lurah

Pada saat yang sama, terlihat lebih dari Tujuh orang petugas KPK RI, yang bertugas melakukan penyidikan. Namun sayangnya, salah satu petugas KPK tersebut enggan diminta keterangan oleh awak media, bahkan ia mengatakan tidak ada pemeriksaan apapun.

Sementara, Wakapolres Ogan ilir Kompol Yuskar saat di konfirmasi awak media mengatakan tidak mengetahui soal adanya pemeriksaan yang dilakukan petugas KPK RI.

”saya ini lagi mengawal
kegiatan debat publik pilkada di Hotel Santika Premier, jadi saya tidak tahu kalau ada petugas KPK RI di Mapolres Oi,” terangnya.

Laporan : Edi S
Sumber : Dari Berbagai Sumber

Komentar

BACA JUGA