oleh

Jalan Rusak Parah Bahkan Sulit Dilewati, Warga Desa Air Keruh dan Sukarame Minta PT SF dan CV SJ Bertanggung Jawab

monopolisumselnews| Muara Enim – Warga Desa Air Keruh dan Warga Desa Sukarame, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim mengeluhkan jalan utama penghubung Desa di wilayah setempat dan satu-satu jalan Alternatif terdekat untuk ke wilayah Kota Prabumulih mengalami rusak parah.

Bahkan saat ini, jalan tersebut sulit untuk di tembus oleh pengendara roda dua maupun roda empat, yang mengakibatkan aktifitas ekonomi warga di wilayah setempat sangat terganggu.

Warga menuding, rusaknya jalan tersebut diduga akibat aktifitas mobilisasi perusahaan Subkon pembangunan Proyek Tol Prabumulih – Muara Enim yang memang saat ini sedang berjalan.

“Sebelum dua Perusahaan Subkon pembangunan Proyek Tol yaitu PT SF dan CV SJ beroprasi di sini, jalan desa kami ini bagus-bagus bae pak walaupun saat musim hujan sekalipun. Tapi setelah dua perusahaan itu beroprasi liat saja jalan kami ini, jangankan memakai kendaraan, jalan kaki pun susah,” ungkap Kadri Warga Desa Sukarami seraya menujukkan benerapa titik jalan setempat yang tidak bisa di lalui oleh kendaraan biasa, Jumat (10/03/2020).

Salah satu titik kondisi jalan yang ada di lokasi, dan memang sulit di tembus oleh kendaraan biasa.

Ia menilai, dua perusahaan tersebut harus bertanggung jawab untuk memperbaiki jalan tersebut, agar aktifitas warga kembali normal.

“Mereka harus tanggung jawab la untuk memperbaiki jalan ini. Ini kan jalan masyarakat. Bukan jalan buatan mereka. Karena akses jalan inilah kami mencari makan. Terutama jalan ini jalan alternatif kami untuk ke wilayah pasar Kota Prabumulih. Kalau lewat jalan Tanjung Rambang itu memutar jauh,” keluhnya.

Hal senada juga di ungkapkan oleh Wandra, salah satu warga Desa Air Keruh yang merasa sangat di rugikan dengan rusaknya jalan tersebut.

# Baca Juga :  Kades Air Keruh Sebut PT SF dan CV SJ Belum Ada Kordinasi Dengan Pihak Pemerintah Desa

“Keuntungan kami apo pak dengan adanya aktifitas perusahaan tersebut. Yang jelas kami merasa di rugikan, akses jalan inilah satu-satunya jalan kami jika hendak mengunjungi keluarga kami di Desa sebelah. Jadi kami harap perusahaan-perusahaan tersebut untuk segera bertanggung jawab atas rusaknya jalan kami ini,” ucapnya.

Wandra juga menambahkan, bahwa sepengetahuanya, pihak perusahaan tidak ada komitmen tertulis untuk memperbaiki jalan di wilayah itu jika terjadi kerusakan.

“Kami belum pernah denger sosialisanyo dari perusahaan itu pak terkait jika ada kerusakan bahwa mereka bertanggung jawab. Yang di takutkan nantinya, setelah perusahaan-perusahaan tersebut sudah selesai mengerjakan proyek itu, mereka kabur. Terus siapa yang akan bertanggung jawab,” kata dia.

Untuk itu, lanjutnya. Warga setempat memimta kepada Pihak perusahaan untuk segera memperbaiki jalan tersebut. Bahkan mereka mengancam bakal mengadakan aksi jika permintaan tersebut dalam waktu dekat tidak terealisasikan.

“Jika dalam waktu dekat ini jalan tersebut tidak di perbaiki, kami warga di wilayah ini bakal mengadakan aksi,” tukasnya.

Hingga berita ini di terbitkan, pihak PT SF saat di konfirmasi dikantor, Jalan Matahari, Prabumulih Timur belum dapat di mintai keterangan terkait hal tersebut, karena Firman selaku Humas tidak ada di tempat.

Komentar

BACA JUGA