oleh

Kades Air Keruh Sebut PT SF dan CV SJ Belum Ada Kordinasi Dengan Pihak Pemerintah Desa

-MUARA ENIM-269 views

monopolisumselnews| Muara Enim – Dua perusahaan yang ikut dalam pelaksana (Subkon) pembangunan Proyek Tol Prabumulih – Muara Enim yang beroprasi di wilayah Desa Air Keruh dan Desa Sukarami belum mensosialisasikan kegiatan operasional mereka kepada masyarakat setempat.

Bahkan, dua perusahaan yaitu PT SF dan CV SJ yang bergerak di bidang Alat berat atau angkutan berat tersebut disinyalir belum berkoordinasi dengan pihak pemerintah Desa setempat.

Hal tersebut di ungkapkan Surmansyah selaku Kepala Desa Air Keruh, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim saat di konfirmasi oleh awak media di ruang kerjanya, terkait rusaknya jalan Desa setempat yang di duga akibat aktifitas mobilisasi dua perusahaan tersebut, Jumat (19/03/2021).

Ia mengatakan, sudah beberapa bulan belakangan ini dua perusahaan itu beroprasi atau melewati jalan utama desa di wilayah Desa Air Keruh dan Desa Sukarame. Namun sangat disayangkan dua perusahaan tersebut sampai saat ini belum berkordinasi dengan pihaknya (Pemerintahan Desa, red).

“Iya pak. Memang belum ada kordinasi dengan pihak pemeritah Desa, khususnya Pemerintah Desa Air Keruh ini,” ucapnya.

Di jelaskan Surmansyah, di wilayah Desa Air Keruh memang tidak terdapat Pembebasan lahan untuk pembangunan proyek Tol. Namun akses jalan menuju proyek tersebut melalui jalan utama Desa Air Keruh.

“Memang untuk wilayah ini secara wilayah maupun admistrasi tidak ada. Tapi jalan ini perlintasan mereka menuju lokasi proyek. Dan memang keresahan warga di sini itu aktifitas mobilisasi perusahan tersebut dapat menyebabkan jalan menjadi rusak,” ucapnya.

Ia menilai, dengan adanya aktifitas dari dua perusaan itu ditakutkan tidak hanya merusak jalan di wilayah tersebut, namun juga dapat merusak jembatan yang melintasi Sungai Air Keruh.

# Baca Juga :  Puas di Posisi Tiga Besar, Beni Hernedi: Ini Ajang Try Out Persiapan Porprov

“Di Desa kita kan ada Jembatan Sungai Air Keruh yang merupakan urat nadi Perekonomian masyarakat desa sini, dan desa-desa lainnya di Kecamatan Rambang. Dan memang jembatan itu sudah turun serta tidak memiliki tiang penyangga, jadi bisa di pastikan tidak akan kuat menahan beban tonase besar seperti angkutan alat berat, sedangkan dua perusahaan tersebut bergerak di bidang itu. Jadi itu yang kita takutkan,” jelasnya.

Surmansyah mengakui sempat mengkonfirmasikan kepada pihak PT S Form terkait jalan yang rusak untuk segera di perbaiki, namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari pihak perusahaan.

“Sebenarnya masyarakat di sini sudah ada tindakan, akan tetapi jalan di sini kan jalan Pertamina, dan kami sudah mempertanyakan itu kepada pihak Pertamina terkait izin mereka melintas di jalan ini. Walaupun mereka ada izin seharusnya mereka tetap borkoordinasi dengan Pemerintah Desa ini,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Surmansyah, diharapkan etikat baik dari pihak perusahaan untuk berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Desa, agar permasalahan ini tidak berlarut-larut dan tidak ada pihak-pihak yang di rugikan.

“Jika mereka kordinasi kan kita bisa menyampaikan hal itu ke masyarakat, dan kita juga bakal minta surat perjanjian yang dapat di pertanggung jawabkan secara hukum dari pihak perusahaan, agar kiranya setelah proyek ini selesai, akan di lakukan tindak lanjut,” tukasnya.

Sementara itu, pihak Humas PT SF saat hendak dikonfirmasi oleh awak media di kantor yang terletak dijalan Matahari, Kecamatan Prabumulih Timur terkait polemik tersebut, beliu sedang tidak berada di tempat.

Komentar

BACA JUGA