oleh

Terkait Rusaknya Jalan Penghubung Desa Sukarami – Desa Air Keruh, Ini Penjelasan Kades Sukarami Herman Zainal

monopolisumselnews| Prabumulih – Terkait keluhan masyarakat Desa Sukarami dan Desa Air Keruh, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim tentang rusaknya jalan di wilayah setempat membuat Kepala Desa Sukarami, Herman Zainal ikut angkat bicara.

Seperti yang sempat di beritakan sebelumnya, warga di dua desa tersebut mengeluh tentang rusaknya Jalan Alternatif penghubung Desa Sukarami dan Desa Air Keruh sehingga mengganggu aktivitas keseharian warga, serta juga berdampak pada aktifitas ekonomi warga setempat.

Beberapa warga setempat menuding, kerusakan di jalan tersebut diduga oleh aktifitas mobilasi dua perusahaan Subkon pembangunan Proyek Tol Prabumulih – Muara Enim yang beroprasi di wilayah setempat.

Saat dikonfirmasi media ini dirumahnya, Herman Zainal selaku Kepala Desa Sukarami mengatakan bahwa, belum mengetahui pasti rusaknya jalan tersebut diakibatkan oleh aktifitas perusahaan-perusahaan tersebut atau bukan.

“Kita belum mengetahui pasti kerusakan jalan tersebut oleh apa dan oleh siapa, karena kami terutama dari pihak pemerintah Desa Sukarami tidak ada wewenang mengawasi jalan tersebut. Namun jika benar jalan tersebut rusak oleh aktifitas perusahaan-perusahaan yang terkait dalam pengerjaan proyek Tol tersebut, tolonglahlah di perbaiki. Karena jalan tersebut merupakan akses utama warga di sini untuk mencari makan,” ucapnya, Sabtu (20/03/2021).

Dikatakan Herman, Pemerintahan Desa, terkhusus Desa Sukarami sangat mendukung kegiatan Proyek Tol tersebut, karena kegiatan itu program Nasional.

“Akan tetapi kalau jalan itu rusak, bagaimana masyarakat kami hendak ke kebun untuk mencari nafkah. Jadi kerugiannya pasti di rasakan oleh masyarakat di sini. Jadi kami atas Pemerintah Desa Sukarami ini mendukung penuh proyek tersebut, tapi kami harap jangan sampai aktifitas masyarakat terganggu,” terangnya.

# Baca Juga :  [BREAKINGNEWS] Peristiwa Berd4rah Kembali Terjadi, Kali Ini Warga Kelurahan Karang Raja Menjadi Korb4n Penusuk4n

Di ceritakan oleh Herman, memang sebelumnya ada mobil-mobil yang melewati jalan tersebut untuk mengangkut matrial kayu hasil pembebasan lahan di wilayah itu.

“Sepengetahuan kami dan mungkin masyarakat lain juga tau bahwa sempat ada penebangan-penabangan batang karet, dan kemungkinan itu perusahaan-perusahaan dari subkon lagi yang mengangkut itu. Tapi kami tidak tau juga, mungkin saja mereka ada kerjasama dengan perusahaan-perusahaan itu,” kata dia.

Di singgung tentang ‘adakah’ atau ‘tidak’ kordinasi antara pihak perusahaan-perusahan yang beroprasi di wilayah setempat kepada Pemerintah Desa?. Herman mengakui, bahwa sudah ada kordinasi dari beberapa perusahan yang terlibat dalam proyek pembangunan Tol Prabumulih – Muara Enim tersebut.

“Kalau dari perusahaan PT SF, CV SJ dan PT WK sudah ada kordinasinya kepada kita, dan kegiatan yang dilaksanakannya sudah dilaporkan juga ke kita. Jadi bentuk koordinasi tersebut berkaitan dengan perkerjaan mereka, serta kordinasi terkait LC dan Penjaga Keamanan (PK), termasuk penerimaan tenaga harian ada juga,” tukasnya.

Ditanya tentang perukrutan tenaga lokal saat ini untuk berkerja di perusahaan-perusahaan tersebut?. Kepala Desa Sukarami mengakui ada beberapa masyarakat di wilayahnya ikut berkerja.

“Memang perekrutan besar-besaran belum ada, karena mungkin perusahaan-perusahaan tersebut belum beroprasi sepenuhnya. Namun saat ini, yang saya ketahui mungkin sekitar 5 orang dari warga di sini yang ikut kerja yaitu 3 orang ikut di CV SJ dan 2 lainnya tersebar di PT lainnya, dan kita juga mengisi Ketring untuk CV SJ sebanyak 4 bungkus/hari” jelasnya.

Terlihat alat berat sedang memperbaiki jalan yang rusak.

Menurut pantauan awak media di lokasi rusaknya jalan di wilayah itu, terlihat satu buah alat berat jenis Exsavator sedang memperbaiki jalan yang rusak, namun belum diketahui pasti alat tersebut milik perusahaan yang mana.

# Baca Juga :  Dengan Hati Tulus Keluarga ini Mengundurkan Diri Sebagai Penerima Bansos

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Direktur CV SJ Raden Dewi Gumay yang diketahui sempat merasa dirugikan atas pemberitaan sebelumnya belum bisa dikonfirmasi oleh media ini melalui Via Telpon dengan nomor kontak 0822-xx90-xx37.

Komentar

BACA JUGA