oleh

Ridho Yahhya Ingatkan Pemborong Untuk Kerja Sesuai

monopolisumselnews| Prabumulih – Proyek pembangunan di Kota Nanas ini, sejauh ini belum berjalan. Meski demikian, Walikota jauh-jauh hari mengingatkan pihak ketiga pemenang tender nantinya. Selaku pemenang tender, harus punya tanggung jawab mutlak terhadap proyek yang dimenanginya tersebut.

Pantauan awak media, proyek pembangunan memang paling banyak di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Walikota (Wako) mengingkatkan pihak ketiga agar bekerja bagus sehingga menghasilkan proyek bagus dan berkualitas.

“Sekarang ini, proyek di lingkungan Pemkot memang masih dalam proses lelang atau tender. Sebelum mengerjakan proyek, kita wanti agar pihak ketiga mengerjakan proyek dimenangi sebaik mungkin. Sehingga, mutu dan kualitas proyek juga baik dan terjaga,” terang Ridho, sapaan akrabnya kepada awak media, Senin (12/4/2021).

Selain itu, kata orang nomor satu di Kota Nanas ini pembayaran 100 persen setiap tahunnya, tidak bisa dilakukan sebelum dilakukan pemeriksaan oleh BPK. “Guna memastikan, proyek sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dan, tentunya proyek dihasilkan juga baik dan berkualitas. Kita selalu mengandeng BPK, juga pemeriksaan internal dilakukan Inspektorat,” tukasnya.

Sambungnya, setiap tahunnya Pemkot berupaya meningkatkan mutu dan kualitas proyek dikerjakan pihak ketiga. “OPD terkait, adanya proyek pembangunan. Kita tekanan, untuk mengawasi proyek pembangunan di lingkungan Pemkot. Supaya hasilnya baik, sesuai standar yang ada,” pungkasnya.

Meski belum terealisasi pembangunan Kampus PEM AKAMIGAS di Komplek SMKN 2 tahun ini, karena terkendala pemangkas anggaran akibat Covid-19.

Tetapi, Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (Kemen ESDM) tetap berkomitmen membangun Kampus PEM AKAMIGAS di Kota Nanas ini.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM dengan Perwakilan Kemen ESDM di ruang kerjanya, Kamis (22/4/2021).

# Baca Juga :  Misris, Diduga Jadi Tempat "Prekesew" Tugu Serangan Balas Kota Prabumulih Bertaburan Alat Kotrasepsi Bekas

“Iya, Kemen ESDM tetap berkomitmen bangun Kampus PEM AKAMIGAS. Mungkin belum tahun ini, karena terkendala anggaran,” ujar Wako kepada awak media, Kamis.

Ridho, sapaan akrabnya menyatakan, kerja sama pengiriman mahasiswa PEM AKAMIGAS dari Prabumulih tetap dilakukan. “Kemen ESDM, tetap memperhatikan proses pembelajaran PEM AKAMIGAS meski gedung belum dibangun. Kemarin, Perwakilan Kemen ESDM kembali melakukan pemindahan lokasi rencana pembangunan,” sebut suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini.

Ayah tiga anak ini menerangkan, terus mendorong agar pembangunan Kantor PEM AKAMIGAS di Bumi Seinggok Sepembuyian ini.

“Kalau tidak tahun ini, harapan kita pembangunan Kantor PEM AKAMIGAS bisa direalisasikan pada 2022,” jelasnya.

Ucapnya, meski belum bisa dilakukan pembangunan menyeluruh Kampus PEM AKAMIGAS ini. Lanjut, bisa dilakukan bertahap, apalagi Gubernur H Herman Deru SH MM telah menyanggupi anggaran Rp 15 miliar.

“Sudah kita sampaikan ke Perwakilan Kemen ESDM terkait hal itu,” bebernya.

Komentar

BACA JUGA