oleh

Kisruh Warga GIB Terkait Berdirinya Tower Pemancar Milik PT Waskita, Pihak Kelurahan GIB Sempat Menjadi Mediator

monopolisumselnews| Prabumulih – Keluhan sejumlah warga di Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih tentang berdirinya Tower milik PT Waskita yang berdiri di Mes Kariawan PT HK Jalan Flores, Gang malaka, RT 02 RW 01 sempat ditengahi oleh Pihak Kelurahan GIB.

Masyarakat setempat menuding, kerusakan barang-barang Elektronik milik warga disebabkan oleh sambaran petir, yang di ditenggarai oleh berdirinya Tower tersebut.

Warga meminta pihak perusahaan untuk bertanggung jawab penuh dengan kerusakan-kerusakan yang di timbulkan.

“Memang polemik ini sudah terjadi sekitar Dua Bulan lalu. Bahkan sebelumnya kita sudah dua kali memanggil pihak Perusahan untuk memediasi keluhan warga ini. Namun antara pihak perusahaan dan warga belum mendapati titik temu,” ungkap Lurah GIB, Joko Arif Trianto sembari mengatakan hari ini melakukan upaya mediasi ke tiga kalinya antara Warga setempat dan pihak Perusahaan, Senin (19/04/2021).

# Baca Juga :  Warga GIB Resahkan Tower Pemancar Milik PT Waskita

Arif mengakui, bahwa bara-barang Elektronik warga yang rusak akibat sambaran petir tersebut sudah di berikan kepada pihak perusahaan sekitar Dua bulan lalu agar dapat diperbaiki.

Namun sayangnya, barang Elektronik milik warga yang rusak tersebut sampai saat ini ada yang belum dikembalikan.

“Sebagai pihak kelurahan kita memang sudah berupaya memediasi hal ini. Agar tidak ada pihak yang di rugikan. Namun sayangnya Respon perusahaan dinilai Lamban. Bahkan barang Elektronik rusak milik warga yang kita berikan dua bulan lalu masih banyak yang belum kembali, serta di perparah lagi antara pihak PT Waskita dan Fendor pembangunan Tower PT Maha Akbar seakan saling lempar tanggung jawab,” ungkapnya.

Sementara itu, Pihak dari PT Waskita yang diwakili oleh Adi Kurniawan selaku UHSE Oficer dan pihak Fendor pembangunan Tower PT Maha Akbar yang di wakili oleh Setya Putra yang sempat hadir dalam mediasi tersebut meminta maaf kepada pihak kelurahan dan warga setempat atas Respon perusahaan yang dinilai lamban.

“Kami berjanji akan segera memberikan atau menyelesaikan perbaikan barang-barang Elektronik warga. Untuk ini kami dari pihak perusahaan meminta maaf,” ucapnya dalam mediasi tersebut.

Diakui Adi, bahwa memang pihak perusahaan sudah menerima laporan tersebut, namun untuk proses pengadaan itu perlu waktu.

“Ya ini ada kendala, dan memang secara kontraktual ini memang tanggung jawab Fendor kami yaitu PT Maha Akbar. Jadi kami akan Full Up juga kepada PT Maha Akbar, bagaimana pertanggung jawaban mereka selaku pemegang kerja dari pengerjaan Tower tersebut,” ungkapnya

Hingga mediasi selesai, pihak perusahaan berjanji akan secepatnya merealisasikan tuntutan warga setempat dan meminta kepada pihak RT dan RW setempat untuk mendata kembali kerugian warga yang belum sempat dilaporkan.

Sebelumnya, sejumlah warga di Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih mengeluhkan tentang berdirinya Tower pemancar milik PT Waskita, yang bertempat di Mes Kariawan PT HK Jalan Flores, Gang malaka, RT 02 RW 01, Kelurahan Gunung Ibul barat.

Keluhan warga sekitar bukan tanpa sebab. Karena, menurut informasi yang dihimpun media ini dari beberapa warga setempat, bahwa sejak berdirinya Tower dengan panjang kurang lebih 45 meter itu diduga penyebab utama beberapa rumah warga setempat tersambar Petir.

“Iya pak, sejak berdirinya tower ini sekitar Dua Bulan lalu, sudah beberapa rumah di sini menjadi korban sambaran petir. Bahkan saya sendiri juga menjadi korban, dan ada beberapa barang Elektronik milik saya menjadi Rurak,” keluh Ikbal warga setempat kepada awak media, Senin (19/04/2021).

Hal senada juga yang di ungkapkan oleh Ketua RT Setempat, Iwan Hermawan bahwa sejak berdirinya tower yang informasinya berfungsi untuk Penangkap sinyal dari CCTV yang terpasang di beberapa titik lokasi kerja Perusahaan tersebut menjadi momok metakutan bagi warga sekitar.

“Jadi kalau hujan walaupun sedikit, kita cepat-cepat mematikan alat Elektronik. Kita takut kalu rumah kita juga tersambar petir. Karena sejak tower itu di pasang, memang sering petir menyambar di wilayah sini,” ceritanya.

Warga setempat juga menyayangkan, pihak Perusahaan tidak meminta izin kepada warga sekitar untuk mendirikan tower yang diketahui di kerjakan oleh PT Maha Akbar selaku Fendor pembangunan Tower.

“Tidak ada sama sekali pihak perusahan itu berkordinasi dengan kita, padahal sepengetahuan saya, untuk mendirikan tower seperti ini harus ada persetujuan dari warga sekitar,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Iwan, pihak perusahaan harus cepat tanggap dengan keluhan warga ini, agar tidak ada gejolak di tengah masyarakat sekitar.

“Kami minta kepada pihak perusahaan untuk dapat cepat menanggapi keluhan kami ini. Karena dengan adanya tower ini, kami merasa dirugikan,” pintanya.

Komentar

BACA JUGA