oleh

LSM dan Wartawan OKI Gelar Aksi, Minta Pemkab OKI Sanksi Tegas Oknum ASN Arogan

-OKI-120 views

monopolisumselnews| OKI – Arogansi terhadap wartawan dan LSM yang dilakukan oleh oknum ASN di Dinas Pendidikan OKI baru baru ini berujung somasi sampai dengan digelarnya aksi Solidaritas oleh sejumlah LSM dan Wartawan di halaman Kantor Bupati OKI, Kamis (22/4/21) siang.

Dalam aksi itu, Koordinator Lapangan, Aliaman menuntut agar Pemerintah Daerah Kabupaten OKI segera memanggil dan memberikan sanksi terhadap oknum Kabid TK/SD berinisial (AA) yang telah mengusir Wartawan dan LSM yang hendak konfirmasi terkait dugaan pengelolaan Dana BOS di salah satu UPTD SDN setempat.

Tuntutan tersebut tertuang pada sejumlah point pernyataan sikap diantaranya,
(1) menolak segala bentuk kekerasan atau diskriminasi terhadap lsm dan wartawan, (2) meminta kepada Pemerintah Kabupaten OKI untuk memanggil dan memberikan sanksi terhadap oknum Kabid TK/SD pada Dinas Pendidikan OKI,
(3) meminta Kabid TK/SD pada Dinas Pendidikan OKI untuk memberikan klarifikasi atau permohonan maaf kepada lsm dan wartawan baik secara online maupun media lainnya,

(4) meminta aparat penegak hukum untuk dapat memanggil dan memeriksa oknum kepala sekolah yang terkait dengan penggunaan dana BOS yang menjadi akar permasalahan sehingga terjadinya arogansi atau pengusiran wartawan dan lsm tersebut, dan (5) tegakkan supremasi hukum dan UU RI nomor 40/1999 tentang Pers.

“Setiap wartawan dalam melakukan tugasnya dilindungi oleh Undang-Undang bermuatan sanksi bagi oknum atau pelaku yang menghalangi tugas Wartawan sebagaimana diatur dalam pasal 18 ayat (1) UU RI nomor 40 tahun 1999 tentang PERS, “tutur Aliaman dihadapan Asisten 1 Setda OKI H Antonius Leonardo, Kadin Pendidikan OKI, H.Muhammad Amin, Kaban Kesbangpol OKI Ari Mulawarman, Kadin Kominfo OKI Alexander Bustomi, Intelkam Polres OKI saat aksi diterima di ruang rapat Asisten 1 Setda OKI.

# Baca Juga :  Direktur RSUD : Meskipun Dunia Berduka, Bulan Suci Yang Indah Telah Menghampiri Kita

Aliaman menegaskan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pasal 4 ayat (2) dan (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda Rp 500 juta rupiah. Begitupun LSM dalam melaksanakan tugasnya dilindungi oleh Undang-undang artinya apabila terjadi tindak kekerasan, maka hal tersebut merupakan tindakan melawan hukum.

“Untuk itu, sebagai bentuk solidaritas terhadap kejadian ini, agar hal serupa tidak terulang lagi kepada rekan-rekan wartawan maupun lsm yang bertugas di wilayah Kabupaten OKI bahkan dimanapun berada, “pinta Aliaman yang langsung disambung oleh Bupati OKI melalui Asisten 1 Setda OKI H Antonius Leonardo.

Antonius mengatakan bahwa pihaknya sudah memanggil dan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan guna menindaklanjuti permasalahan tersebut.
“Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak inspektorat dan juga Badan Kepegawaian, pelatihan dan pendidikan OKI, bagaimana nantinya tindak lanjut dari tuntutan para peserta aksi solidaritas lsm dan wartawan hari ini, jelasnya.

Lanjutnya, Kita apresiasi aksi solidaritas lsm dan wartawan hari ini yang merupakan bentuk kebersamaan dan kepedulian sesama profesi, kepada korlap dan peserta aksi “pertahankan integritas anda” jangan mudah tergoda dengan hal-hal kecil.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kab OKI H Muhammad Amin menyesalkan atas kejadian tersebut seraya meminta maaf kepada para lsm dan wartawan.

“Saya selaku Kepala Dinas Pendidikan OKI dengan ini menyatakan permohonan maaf kepada para lsm dan wartawan terutama yang telah mendapat perlakuan pengusiran dari Kabid TK/SD. Saya berharap kedepan hal ini tidak terulang lagi dan dapat diselesaikan secara musyawarah. Karena lsm dan wartawan sebagai peran kontrol sosial dalam pelaksanaan pembangunan sangat diperlukan terutama di bidang pendidikan, “ucapnya.

# Baca Juga :  Sidang Pleno Musorkab KONI OKI Lahirkan Juni Alpansuri Sebagai Ketum KONI OKI

Dikutif dari berita sebelumnya, sejumlah awak media mendampingi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang hendak mengkonfirmasi suatu dugaan terkait penggunaan Dana BOS, di ruangan kerja Kabid SD Disdik OKI pada Kamis tanggal 15-4-21 lalu.

Baru ingin menyampaikan temuan dugaan pengelolaan Dana BOS salah satu Sekolah Dasar yang disinyalir mereka hanya digunakan 5 persen dari total anggaran sekitar Rp 80 jutaan. Namun sungguh disayangkan pihak Wartawan dan LSM tidak bisa melanjutkan konfirmasi karena langsung dibentak dan diusir oleh oknum Kabid SD inisial (AA)dari ruangannya.

Dengan nada kasar seraya menggeprak meja kerjanya, oknum Kabid Pembinaan SD Disdik Kab OKI mengatakan, (kamu silahkan keluar, ini rumah saya, atau kamu saya panggilkan pihak Satpam -red).

Laporan : Fatmawati

Komentar

BACA JUGA