Pelaksana Tugas Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, meminta investor tidak bereaksi berlebihan setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Destry menyampaikan pesan itu pada Senin, usai bertemu Presiden Prabowo Subianto. Ia ditunjuk sebagai pelaksana tugas gubernur BI hanya beberapa jam setelah pengunduran diri Perry diumumkan.
“Kami berharap pasar tidak panik,” kata Destry.
Menurutnya, arah kebijakan Bank Indonesia tidak akan berubah. BI tetap menjaga stabilitas sistem keuangan, memperkuat rupiah, dan menopang pertumbuhan ekonomi.
Stabilitas nilai tukar menjadi perhatian utama. BI juga akan tetap masuk ke pasar melalui instrumen yang selama ini digunakan untuk meredam tekanan terhadap rupiah.
Destry menegaskan bahwa kebijakan moneter di BI tidak ditentukan oleh satu orang. Keputusan diambil bersama oleh Dewan Gubernur. Karena itu, pergantian kepemimpinan tidak otomatis mengubah strategi bank sentral.
Kami melihat BI juga ingin menjaga arus modal asing. Salah satu langkahnya ialah menekan biaya lindung nilai. Kebijakan itu diumumkan pekan lalu untuk membuat pasar Indonesia lebih menarik bagi investor global.
Pertemuan dengan Presiden Prabowo dihadiri anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK. Mereka berasal dari Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, Bank Indonesia, dan Danantara Indonesia.
Prabowo meminta koordinasi antarlembaga diperkuat. Kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan harus bergerak dalam arah yang sama.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan Presiden juga ingin Danantara terlibat dalam pembahasan KSSK berikutnya. Tujuannya jelas: menyatukan kebijakan investasi dengan langkah fiskal dan moneter.
Pesan pemerintah kini tertuju pada satu hal. Transisi di pucuk Bank Indonesia tidak boleh mengguncang pasar.
