Fri. Jul 24th, 2026

QRIS Bidik India, Arab Saudi, dan Hong Kong

Bank Indonesia ingin memperluas jaringan pembayaran lintas negara melalui QRIS.

Tiga pasar baru kini masuk radar. India, Arab Saudi, dan Hong Kong.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan pembicaraan dengan India masih berlangsung. Negosiasi dengan Arab Saudi dan Hong Kong sudah masuk tahap yang lebih rinci.

Targetnya jelas. QRIS harus bisa dipakai di lebih banyak negara.

Namun penerapannya tidak bisa berjalan sepihak. Setiap negara harus siap dari sisi aturan, infrastruktur pembayaran, dukungan industri, dan koordinasi antarlembaga.

Saat ini QRIS sudah terhubung dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China.

Kami melihat ekspansi berikutnya memiliki nilai strategis besar.

Arab Saudi menjadi tujuan utama jamaah haji dan umrah Indonesia. India memiliki pasar digital yang luas. Hong Kong juga penting bagi wisatawan, pekerja migran, dan pelaku usaha.

Transaksi Lintas Negara Terus Naik

Pada kuartal II 2026, nilai bersih transaksi QRIS lintas negara mencapai Rp1,52 triliun.

Nilai transaksi masuk tercatat Rp1,85 triliun. Transaksi keluar mencapai Rp330 miliar.

Angka itu menunjukkan lebih banyak wisatawan asing memakai QRIS saat berbelanja di Indonesia.

Dampaknya terasa di sektor pariwisata, UMKM, kuliner, dan perdagangan ritel.

QRIS membuat pembayaran menjadi cepat. Tidak perlu uang tunai. Tidak perlu menukar banyak mata uang.

Ekosistem Pembayaran Digital Melesat

Pertumbuhan QRIS berjalan seiring dengan ledakan pembayaran digital nasional.

Sepanjang kuartal II 2026, transaksi pembayaran digital mencapai 16,07 miliar kali. Angka itu naik 36,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Transaksi QRIS melonjak lebih tajam. Pertumbuhannya menembus 100,12 persen secara tahunan.

Jumlah pengguna bertambah. Pedagang yang menerima QRIS juga semakin luas.

Layanan BI-FAST mencatat 1,529 miliar transaksi dengan nilai Rp3,78 kuadriliun.

Sementara itu, transaksi melalui BI-RTGS mencapai 2,63 juta kali. Nilainya menyentuh Rp53,49 kuadriliun selama April hingga Juni.

Kami melihat QRIS kini bukan sekadar alat pembayaran domestik.

Sistem ini mulai menjadi identitas digital Indonesia di luar negeri.

Jika kerja sama dengan India, Arab Saudi, dan Hong Kong terwujud, masyarakat Indonesia akan semakin mudah bertransaksi saat bepergian. Pelaku usaha lokal juga mendapat peluang lebih besar menerima pembayaran dari wisatawan asing.

QRIS sedang bergerak keluar batas negara.

Dan Bank Indonesia ingin langkah itu berlangsung lebih cepat.

By Rizky Siregar

Nama saya Rizky Siregar. Saya bekerja sebagai jurnalis di Jakarta sejak tahun 2019. Saya lulusan Ilmu Komunikasi dari Universitas Indonesia tahun 2018. Setelah lulus, saya mulai bekerja sebagai reporter di beberapa media online sebelum bergabung di MONOPOLI SUMSEL NEWS. Saya tertarik dengan isu sosial, ekonomi, dan perkembangan teknologi. Saya sering menulis tentang kehidupan masyarakat Jakarta, UMKM, dan inovasi digital. Saya juga suka melakukan wawancara dan liputan langsung di lapangan. Tujuan saya adalah memberikan berita yang akurat dan mudah dipahami oleh pembaca. Email: [email protected]

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *