Kami menerima kabar lega dari perairan Teluk Tomini, Sulawesi. Sebanyak 11 turis Eropa dan satu awak lokal ditemukan selamat setelah speedboat yang mereka tumpangi hilang lalu tenggelam.
Namun pencarian belum selesai.
Kapten kapal berusia 29 tahun masih dinyatakan hilang. Tim penyelamat terus menyisir laut untuk menemukan keberadaannya.
Speedboat itu mengalami kecelakaan pada Jumat pagi. Cuaca buruk menghantam perjalanan menuju Pelabuhan Marisa.
Menurut keterangan penumpang, ombak dan angin keras membuat badan kapal terbelah. Mereka berusaha bertahan hidup dengan mencapai rakit penyelamat.
Kabut tebal memisahkan kapten dari rombongan. Para penumpang terakhir melihatnya tetap berada di sekitar kapal.
Petugas mulai curiga ketika speedboat tidak tiba sesuai jadwal. Seorang pemandu wisata lokal kemudian melaporkan kapal hilang pada Jumat pukul 15.40 waktu setempat.
Heriyanto, pejabat yang terlibat dalam operasi pencarian, mengatakan tim langsung bergerak pada malam hari.
“Kekhawatiran muncul ketika speedboat belum tiba sampai sore. Kami segera menjalankan operasi pencarian semalaman,” ujar Heriyanto.
Kapal itu membawa seorang warga Ceko, seorang warga Belgia, lima warga Belanda, tiga warga Jerman, seorang perempuan Prancis, serta dua awak Indonesia.
Seluruh penumpang yang selamat telah dievakuasi. Mereka kini berada di sebuah resor di Kabupaten Tojo Unauna.
Kondisi mereka dilaporkan aman.
Kapten Diduga Bertahan di Kapal
Heriyanto mengatakan operasi pencarian akan berlangsung hingga tujuh hari.
Tim menduga kapten tetap berada di kapal ketika badan speedboat pecah menjadi dua bagian. Kapal kemudian tenggelam ke laut.
“Kami akan terus mencari sampai batas waktu operasi berakhir,” kata Heriyanto.
Perwakilan kedutaan negara asal para turis belum memberikan pernyataan resmi.
Puluhan personel pencarian dan penyelamatan telah dikerahkan. Mereka menyisir wilayah seluas sekitar 300 mil laut persegi di sekitar Teluk Tomini.
Kawasan ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata bahari terkenal di Indonesia. Lautnya luas, pulau-pulaunya indah, tetapi cuaca dapat berubah dengan cepat.
Badan Meteorologi Indonesia sebelumnya memperkirakan langit di wilayah tersebut cenderung cerah.
Kondisi nyata di laut berbeda.
Pada Sabtu, tim penyelamat menghadapi angin kencang dan gelombang setinggi sekitar 2,4 meter. Situasi itu memperlambat pencarian.
Transportasi Laut dan Risiko Kecelakaan
Kapal menjadi alat transportasi penting di Indonesia. Negara ini memiliki lebih dari 17.000 pulau.
Jalur laut menghubungkan banyak daerah terpencil. Pada saat yang sama, kecelakaan kapal masih sering terjadi.
Pada 15 Juli, sebuah kapal penumpang yang membawa 76 orang tenggelam di sekitar Pulau Selayar.
Empat orang meninggal dalam kecelakaan itu. Sebanyak 14 penumpang masih dinyatakan hilang.
Kini perhatian tim penyelamat tertuju pada Teluk Tomini. Mereka berpacu dengan waktu untuk menemukan kapten speedboat yang belum kembali.
