Fri. Jul 24th, 2026

Polisi Riau Buru Pengendali Jaringan Narkoba di Pekanbaru

Polda Riau sedang memburu sosok yang diduga mengendalikan jaringan narkoba besar di Pekanbaru.

Kasus ini terbuka setelah polisi menyita 4 kilogram sabu dan 48.411 butir ekstasi dari seorang kurir berinisial YY.

Pria berusia 42 tahun itu ditangkap pada Selasa. Operasi dilakukan bersama oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau dan Satuan Narkoba Polres Kampar.

Polisi bergerak setelah menerima informasi tentang rumah kontrakan di Jalan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya. Lokasi itu diduga menjadi gudang penyimpanan narkoba.

Petugas menemukan barang terlarang di rumah pertama. Dari keterangan YY, polisi lalu menggerebek rumah kontrakan lain yang juga dipakai sebagai tempat penyimpanan.

Selain sabu dan puluhan ribu pil ekstasi, petugas menyita 21 paket serbuk ekstasi seberat 535 gram, 322 kartrid berisi etomidate, serta 729 pil Happy Five.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, mengatakan pengejaran terus dilakukan.

Penyidik ingin menemukan pengendali jaringan. Mereka juga menelusuri pihak lain yang terlibat dalam distribusi narkoba tersebut.

YY mengaku menerima, menyimpan, dan mengantar barang atas perintah seorang pengendali.

Ia disebut sudah bekerja sebagai kurir selama lebih dari satu tahun. Uang hasil pekerjaan itu dipakai untuk membeli mobil dan sepeda motor.

Polisi kini tidak hanya membidik pelaku.

Aliran uang juga mulai dipetakan.

Penyidik akan menggunakan pasal tindak pidana pencucian uang untuk menyita aset yang diduga berasal dari bisnis narkoba.

Kami melihat langkah ini penting. Jaringan narkoba tidak cukup dipukul dari jalur distribusi. Sumber uangnya juga harus diputus.

Perburuan masih berjalan.

Target polisi kini jelas: menemukan otak jaringan, menyita aset, dan membongkar seluruh rantai peredaran narkoba di Riau.

By Bagus Sihombing

Nama saya Bagus Sihombing. Saya bekerja sebagai jurnalis di Jakarta. Saya lulus dari Universitas Indonesia pada tahun 2018, jurusan Ilmu Komunikasi. Setelah itu, saya mulai bekerja di media lokal beberapa tahun sebelum bergabung di MONOPOLI SUMSEL NEWS pada tahun 2022. Saya sangat tertarik dengan isu-isu sosial dan perkembangan teknologi di Indonesia. Saya sering menulis tentang pendidikan, teknologi, dan gaya hidup di Jakarta dan sekitarnya. Bagi saya, penting untuk memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada pembaca. Saya senang bisa berbagi cerita dan pengalaman melalui tulisan saya. Email: [email protected]

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *